Tim PKPE UGM Sampaikan Hasil Akhir Penelitian Api Misterius Rumah Seyegan Sleman
Tim peneliti dari FT UGM menyimpulkan, fenomena kemunculan api di rumah Agusyani Mujiyanto, Seyegan, Sleman bukan berasal dari gas alam
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Joko Widiyarso
Hasil pengukuran medan elektromagnetik yang diduga berpotensi sebagai pemantik nyala api, menunjukkan bahwa medan listrik dan medan magnetik di lokasi kejadian pada level normal atau masih level aman.
Hasil pemetaan bawah permukaan menggunakan teknologi Georadar dan Geolistrik tidak ditemukan lapisan di bawah permukaan sebagai sumber gas alam, dan retakan yang ditemukan diinterpretasi tidak mengandung gas alam.
Selanjutnya Tim juga telah memeriksa sampel residu kebakaran di beberapa tempat terjadinya api (terutama pada dinding kayu, tembok dan tanah serta abu sisa pembakaran) dan dianalisis menggunakan metode Headspace GC (Gas Chromatography).
Hasil analisis hanya dapat mendeteksi adanya gas CO2 dan tidak ditemukan unsur-unsur sisa hidrokarbon atau solven yang bisa dipakai sebagai akseleran kebakaran.
Pada Jumat 12 Juni 2026, Tim melakukan pengambilan sampel dari residu kebakaran yang ada di permukaan dinding keramik maupun kayu/tripleks, dan menganalisis menggunakan metode FTIR.
Hasil analisis FTIR menunjukkan bahwa sampel-sampel tersebut menunjukkan kandungan poly vinyl chloride (PVC) yang tidak umum dijumpai di permukaan dinding keramik maupun kayu atau tripleks.
“Saat PVC terbakar, akan muncul gas Hidrogen Klorida. Gas tersebut bisa terbaca sebagai gas hidrogen oleh detektor gas yang mempunyai sensor membran H2. Fenomena ini disebut cross sensitivity,” ujarnya.
Gas hidrogen klorida yang memiliki atom hidrogen di dalam molekulnya, menurut tim peneliti akan membuat elektroda sensor hidrogen bereaksi.
Berdasarkan hasil penelitian ini Tim PKPE-FT UGM dan mengacu pada Prinsip Teori Segitiga Api menyimpulkan bahwa medan elektromagnetik terukur pada level aman yang berarti pemantik nyala api bukan dari rembesan gas alam dari bawah permukaan (lantai) serta tidak ada anomali termal dan tidak ditemukan gas yang dapat menyala sendiri secara alami (self-ignition) pada suhu kamar.
Tim PKPE FT UGM menemukan data lanjutan bahwa api yang membakar material pada kasus rumah api Seyegan kemungkinan berasosisasi dengan adanya resin poly vinyl chloride yang mudah terbakar jika bertemu sumber api (ignition).
Resin ini telah ditemukan pada residu pembakaran berdasarkan pengujian metoda FTIR.
“Tim PKPE FT UGM menyatakan bahwa penelitian fenomena api yang telah dilakukan sudah selesai. Untuk selanjutnya Tim PKPE FT UGM menyerahkan hasil update penelitian ini kepada BPBD Sleman,” ungkap Prof Alva Edy.
Rekomendasi ke BPBD Sleman
Anggota tim peneliti Teknik Geologi UGM Dr Ir Sarju Winardi, menegaskan api di rumah Seyegan berasal dari gas yang sifatnya alami.
Tim PKPE menemukan bahwa ada resin PVC yaitu suatu zat yang mudah terbakar yang berada di tempat kejadian.
“Nah kami pada posisi ini menyampaikan hal ini ke BPPD untuk ditindaklanjuti bahwa nanti hasil tindak lanjutnya termasuk rekomendasi kepada keluarga (pemilik rumah) akan dilaksanakan oleh BPBD Sleman,” ucapnya.
| Bukan Fenomena Alam, Tim UGM Ungkap Penyebab Kebakaran 'Rumah Api' Seyegan Berasal dari Resin PVC |
|
|---|
| Diduga Korsleting Listrik, Rumah Pensiunan ASN di Sleman Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp 300 Juta |
|
|---|
| Aksi 'Rakyat Memanggil' di Pertigaan Gejayan Digelar Siang Ini, Kritisi Pemborosan Anggaran dan MBG |
|
|---|
| Polisi Sleman Gulung Dua Maling Spesialis Kabel BTS |
|
|---|
| Polisi Periksa Tiga Dokter Terkait Kasus Dugaan Malapraktik RSUD Prambanan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/PKPE-FT-UGM-menyampaikan-laporan-akhir-investigasi-ilmiah-fenomena-Rumah-Api-Seyegan-Sleman.jpg)