Kawal Kampung Tematik Wirogunan, UMBY Siapkan Program Pemberdayaan Melalui KKN

UMBY bersiap menerjunkan mahasiswanya ke Kelurahan Wirogunan, Kecamatan Mergangsan, Kota Yogyakarta

Tayang:
Tribun Jogja/IST
KERJA SAMA - Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) Nanang Khuzaini menunjukkan dokumen kerja sama didampingi Kepala Bagian Pengabdian Masyarakat UMBY Valentina Dyah Arum Sari saat berfoto bersama jajaran Pemerintah Kota Yogyakarta, Senin (25/5/2026). Pertemuan tersebut mengukuhkan komitmen UMBY sebagai perguruan tinggi pendamping Kelurahan Wirogunan dalam program One Village, One Sister University. 

Ringkasan Berita:
  • UMBY bersiap menerjunkan mahasiswanya ke Kelurahan Wirogunan, Kecamatan Mergangsan, Kota Yogyakarta.
  • Upaya strategis ini dilakukan untuk mengawal pengembangan Kampung Tematik berbasis potensi lokal, menyusul penunjukan resmi UMBY sebagai perguruan tinggi pendamping dalam program "One Village, One Sister University" yang diinisiasi oleh Pemerintah Kota Yogyakarta.

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) bersiap menerjunkan mahasiswanya ke Kelurahan Wirogunan, Kecamatan Mergangsan, Kota Yogyakarta.

Langkah strategis ini dilakukan untuk mengawal pengembangan Kampung Tematik berbasis potensi lokal, menyusul penunjukan resmi UMBY sebagai perguruan tinggi pendamping dalam program "One Village, One Sister University" yang diinisiasi oleh Pemerintah Kota Yogyakarta.

Rencana intervensi akademik tersebut akan diwujudkan melalui skema Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) pada Semester Gasal Tahun Akademik 2026/2027 mendatang.

Kehadiran mahasiswa UMBY akan difokuskan secara penuh pada upaya mengurai persoalan warga melalui pemberdayaan masyarakat.

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMBY, Nanang Khuzaini, S.Pd.Si., M.Pd., memandang penunjukan dalam program "One Village, One Sister University" ini sebagai wadah yang ideal bagi perguruan tinggi untuk memberikan solusi konkret atas persoalan wilayah, terutama terkait potensi kampung yang kerap belum tergarap secara optimal.

"Keterlibatan UMBY dalam program ini adalah bentuk komitmen nyata kampus untuk turun langsung menyelesaikan persoalan di masyarakat. Melalui program KKN-PPM, UMBY akan hadir untuk memetakan, mendampingi, dan mengoptimalkan potensi tersebut agar berdampak langsung pada ekonomi dan kesejahteraan warga," tegas Nanang.

Komitmen pendampingan tersebut sebelumnya telah dikukuhkan secara legal melalui penandatanganan dokumen "Rencana Tepat Jogja". Penandatanganan ini dilangsungkan dalam agenda Sosialisasi Perizinan Kegiatan KKN di Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Kota Yogyakarta pada Senin (25/5/2026) lalu.

Dalam prosesi pengukuhan yang dihadiri oleh pimpinan LPPM dari 48 perguruan tinggi se-Yogyakarta tersebut, Nanang turut didampingi oleh Kepala Bagian Pengabdian Masyarakat UMBY, Valentina Dyah Arum Sari, S.Pd., M.Hum.

Standardisasi perizinan KKN

Kepala Bidang Riset Inovasi Daerah dan Pengendalian Bappeda Kota Yogyakarta, Honas Firdaus, S.T., M.URP., menjelaskan bahwa sosialisasi standardisasi perizinan KKN diwajibkan agar proses administrasi dan integrasi mahasiswa ke lapangan berjalan tertib dan selaras dengan regulasi pemerintah daerah. 

Ia juga menekankan bahwa sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat diharapkan mampu mendukung penyusunan program pengembangan wilayah yang kolaboratif dan tepat sasaran.

"Kami juga berharap gagasan segar dan riset terapan dari dunia akademik dapat menjadi katalisator bagi kemandirian wilayah, sekaligus menciptakan ekosistem pengabdian masyarakat yang lebih terarah, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi masyarakat Jogja," tutur Honas.

Nantinya, rancangan program pendampingan yang akan dieksekusi oleh mahasiswa UMBY di Wirogunan dirancang secara komprehensif.

Pada sektor ekonomi dan budaya, program diarahkan pada penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pelestarian budaya lokal, pengembangan ekonomi kreatif, serta perwujudan kampung tematik yang terintegrasi.

Selain itu, intervensi ini juga menyasar langsung isu ekologi dan sosial kemasyarakatan. Fokus utamanya meliputi penguatan partisipasi masyarakat, perbaikan sistem tata kelola sampah, hingga upaya peningkatan kualitas lingkungan permukiman warga setempat.

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved