Gandeng Pakar Malaysia, UMBY Ungkap Cara Tembus Jurnal Bereputasi dan Hindari Jurnal Predator
Publikasi ilmiah di jurnal internasional bereputasi menjadi tuntutan sekaligus tantangan besar bagi kalangan akademisi, baik dosen dan mahasiswa
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Joko Widiyarso
Ringkasan Berita:
- Publikasi ilmiah di jurnal internasional bereputasi menjadi tuntutan sekaligus tantangan besar bagi kalangan akademisi, baik dosen maupun mahasiswa.
- Di tengah tingginya tekanan untuk mempublikasikan karya ilmiah, para peneliti diingatkan untuk tidak terjebak dalam jalan pintas yang ditawarkan oleh jurnal predator yang mengabaikan kaidah-kaidah ilmiah.
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Publikasi ilmiah di jurnal internasional bereputasi kini menjadi tuntutan sekaligus tantangan besar bagi kalangan akademisi, baik dosen maupun mahasiswa.
Namun, di tengah tingginya tekanan untuk mempublikasikan karya ilmiah, para peneliti diingatkan untuk tidak terjebak dalam jalan pintas yang ditawarkan oleh jurnal predator yang mengabaikan kaidah-kaidah ilmiah.
Hal tersebut mengemuka dalam International Guest Lecturer bertajuk “From Case Report to Scientific Publication: A Comprehensive Guide” yang diselenggarakan oleh Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) pada Selasa (12/5/2026) lalu.
Acara yang berlangsung di Ruang Seminar Kampus 1 UMBY ini menghadirkan pakar dari Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Malaysia, Assoc. Prof. Dr. Nurul ‘Ain Hidayah binti Abas, sebagai narasumber utama.
Dalam paparannya, Prof. Nurul mengingatkan para peneliti mengenai pentingnya tahapan prapublikasi, khususnya dalam menentukan arah tulisan.
Sebelum melangkah pada proses pengiriman manuskrip, pemilihan tema artikel yang relevan dan mutakhir adalah prasyarat mutlak. Tema yang kontekstual akan mempermudah artikel menembus dewan redaksi jurnal bereputasi.
Selain bobot tema, ketepatan dalam memilih target jurnal menjadi penentu krusial. Banyak peneliti pemula yang gagal bukan karena kualitas tulisan buruk, melainkan karena salah membidik wadah publikasi.
Oleh karena itu, penulis wajib melakukan verifikasi berlapis yang meliputi kesesuaian ruang lingkup jurnal, relevansi audiens, peninjauan pedoman penulis, kepatuhan terhadap persyaratan etika, hingga memeriksa status indeks dari jurnal tersebut.
Secara khusus, Prof. Nurul memberikan peringatan keras kepada mahasiswa dan dosen agar menjauhi praktik culas yang dilakukan oleh Jurnal Predator. Keberadaan jurnal jenis ini tidak hanya merugikan secara finansial, tetapi juga berpotensi merusak reputasi akademik sang peneliti.
"Jurnal predator biasanya memberikan janji penerimaan publikasi yang tidak realistis, proses peer-review yang lemah, hingga adanya biaya pemrosesan artikel (APC) yang tersembunyi," jelasnya dihadapan dosen dan mahasiswa yang menjadi peserta International Guest Lecturer.
Kenapa artikel ditolak?
Ia juga membeberkan sejumlah alasan mendasar mengapa sebuah artikel ilmiah kerap ditolak oleh jurnal internasional yang kredibel.
Hambatan tersebut umumnya berakar pada beberapa faktor mendasar, seperti kurangnya kebaruan (novelty) data yang disajikan serta kualitas penulisan yang buruk dan sulit dipahami.
Selain itu, penolakan artikel ilmiah juga sering kali disebabkan oleh dukungan literatur atau tinjauan pustaka yang tidak memadai, hingga lemahnya refleksi kritis dalam bagian pembahasan (discussion).
Sebagai solusi, Prof. Nurul membagikan tiga pertimbangan strategis agar artikel ilmiah dapat diterima. Pertama, memahami faktor dampak versus kesesuaian.
| Ekonom UMBY Sebut Pelemahan Rupiah Berdampak bagi Masyarakat Desa Meski Tidak Secara Langsung |
|
|---|
| Wujudkan Kampus Hijau, UMBY Adaptasi Teknologi Pengelolaan Sampah Banyumas |
|
|---|
| Pertumbuhan Ekonomi Melaju Tinggi, Pakar Ekonomi UMBY: Waspadai Efek Semu Stimulus Jangka Pendek |
|
|---|
| Cerita Adhisaka, Wisudawan UMBY yang Tunggangi Sapi saat Acara Wisuda |
|
|---|
| UMBY Wisuda 822 Lulusan, Rektor Ingatkan Tantangan Revolusi Industri 5.0 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Assoc-Prof-Dr-Nurul-Ain-Hidayah-berfoto-bersama-dosen-mahasiswa-UMBY-seusai-kuliah-tamu.jpg)