Api Abadi Mrapen Grobogan Padam Sejak 1 Januari 2026 Lalu, Begini Langkah ESDM Jateng
Adapun tim dari ESDM Jateng sudah mendatangi Api Abadi Mrapen untuk menindaklanjuti padamnya api abadi tersebut pada Selasa (3/1/2026).
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
Tempat itu dianggap sakral sehingga besar meredupnya api abadi Mrapen selalu dikaitkan sebagai pertanda bahaya seperti munculnya bencana alam.
"Iya, kami terjunkan tim hari ini ke Mrapen Grobogan untuk menyelidiki penyebab Kematian api tersebut," ujarnya.
Agus menjelaskan, api abadi Mrapen bisa saja padam karena rekahan-rekahan sebagai penyalur gas ke reservoir atau tempat sumber gas terhambat oleh sedimen atau kerak di antaranya lumpur.
Ia juga menyebut, sumber gas dalam reservoir tersebut dimungkinkan juga berkurang karena telah berusia ratusan tahun.
Terlebih, di sekitar Mrapen sebelumnya ada aktivitas penggalian sumur yang mempercepat berkurangnya gas dalam reservoir.
"Kami sedang mengupayakan mencari sumber penyumbatannya tersebut, semisal tersumbat oleh sedimen lumpur kami masih cari titik lokasinya di mana agar nanti kami perbaiki," jelasnya.
Ia tidak memungkiri sumber gas abadi Mrapen juga bisa habis. Kejadian matinya sumber api ini juga pernah terjadi pada September 2020.
Kala itu, penyebab padamnya Mrapen karena ada proses pelapukan secara fisika maupun kimia di rekahan-rekahan yang menjadi tempat saluran gas ke api Mrapen.
Pihaknya kini masih mencari sumber gas lainnya semisal sumber gas Mrapen ini nantinya sudah habis.
"Di dunia itu tidak ada keabadian yang abadi itu ketidakabadian itu sendiri. Artinya semuanya itu faktor alam. Tahu sendiri yang namanya gas itu kan sumber energi yang tidak terbarukan," katanya.
Baca juga: Dampak Perluasan Penggerobak dan Mas JOS, Kasus Pembuangan Sampah Liar di Kota Yogya Melandai
Pernah Padam Delapan Bulan
Berdasarkan catatan Tribun, Api Abadi Mrapen pernah padam total pada September 2020 silam.
Delapan bulan kemudian api Abadi Mrapen sudah kembali menyala selepas ditangani oleh tim Geologi.
"Api Abadi Mrapen kembali dibuka setahun ini selepas selepas dihantam pandemi dan matinya sumber api," ujar Tenaga Teknis Api Abadi Mrapen, Davi Dyanto (40) kepada Tribun Jateng, Senin (21/11/2022) silam.
Nyala api abadi Mrapen diklaim sekarang lebih besar dibandingkan dengan nyala api sebelum padam dua tahun lalu.
Padamnya Api Abadi Mrapen diduga akibat adanya aktivitas pengeboran sumur yang berjarak hanya 200 meter.
| Banjir Akibat Tanggul Jebol Gubug, PLN Peduli Hadir Berikan Bantuan Ringankan Beban Warga |
|
|---|
| Tanggul Jebol di Gubug Akibatkan Banjir, PLN Sigap Amankan Kelistrikan Imbau Warga Tetap Tenang |
|
|---|
| Tinggalkan Sepucuk Surat, Pemuda Asal Wonosobo Menghilang Sebulan, Ternyata Ngekos di Grobogan |
|
|---|
| Kisah Pilu Pelajar SMP Asal Grobogan, Diadu Oleh Teman-temanya Hingga Akhirnya Meninggal |
|
|---|
| Siswa SMPN 1 Geyer Grobogan Tewas di Kelas Diduga Dianiaya Teman-teman, Perut dan Dadanya Menghitam |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Api-Abadi-Mrapen-Grobogan-Padam-Sejak-1-Januari-2026-Lalu-Begini-Langkah-ESDM-Jateng.jpg)