Lemhannas Gembleng Ketua DPRD Se-Indonesia: Siap Hadapi Ancaman Siber hingga Disrupsi Teknologi
Ia mengungkapkan, Indonesia tengah menghadapi era BANI—kondisi dunia yang rapuh, penuh kecemasan, non-linear, dan sulit dipahami.
Penulis: Yuki Pramudya | Editor: Yoseph Hary W
Ringkasan Berita:
- Peserta retreat DPRD diingatkan ancaman kini bersifat asimetris, termasuk serangan siber dan disrupsi teknologi.
- Lemhannas menekankan penguatan kewaspadaan nasional melalui literasi digital, keamanan siber, dan tata kelola AI.
- Tantangan generasi muda dan kepemimpinan adaptif jadi kunci menuju Indonesia Emas 2045.
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Hari kedua pelaksanaan retreat Ketua DPRD se-Indonesia pada hari Jumat (17/04/2026) diisi oleh Pemateri dari Lemhannas RI.
Dalam kesempatan tersebut, para peserta diminta untuk bersiap menghadap distrupsi teknologi dan ancaman global.
Bentuk ancaman terhadap bangsa saat ini
Tenaga Profesional Lemhannas RI bidang geostrategi, Mayjen TNI (Purn) Dr. Kup Yanto Setiono menegaskan bahwa ancaman terhadap bangsa kini telah berubah wajah. Tidak lagi sebatas kekuatan militer konvensional, ancaman hadir secara asimetris, tersembunyi, dan berdampak luas.
Ia mengungkapkan, Indonesia tengah menghadapi era BANI—kondisi dunia yang rapuh, penuh kecemasan, non-linear, dan sulit dipahami. Dalam situasi ini, kecerdasan artifisial menjadi katalis percepatan perubahan yang sulit diprediksi.
Data Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat, sepanjang semester pertama 2025 terdapat 3,64 miliar serangan siber ke Indonesia, atau setara 15 serangan per detik. Ironisnya, lebih dari 61 persen malware justru berasal dari dalam negeri. Serangan terhadap Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) menjadi alarm keras atas rapuhnya pertahanan digital nasional.
“Ini bukan sekadar ancaman teknologi, tetapi ancaman nyata terhadap kedaulatan negara,” tegas Kup Yanto.
Pentingnya membangun sistem kewaspadaan
Untuk itu, ia menekankan pentingnya membangun sistem kewaspadaan nasional yang melibatkan seluruh elemen bangsa—mulai dari pemerintah pusat dan daerah, aparat keamanan, akademisi, hingga masyarakat. Penguatan literasi digital, sinergi lintas sektor, sistem keamanan siber, hingga tata kelola AI menjadi empat pilar utama yang harus diperkuat.
Sementara itu, Tenaga Ahli Lemhannas RI bidang sosial budaya, Dr. H. Dadang Solihin, menyoroti peran strategis pimpinan DPRD dalam mewujudkan Asta Cita sebagai arah pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Menurutnya, keberhasilan agenda besar tersebut tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah pusat. DPRD sebagai representasi rakyat di daerah memegang peran penting melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan.
“Pimpinan DPRD adalah penjaga konsensus kebangsaan dan jembatan harmonisasi kebijakan pusat dan daerah,” ujarnya.
Ia menegaskan, kepemimpinan yang berintegritas, berwawasan kebangsaan, dan berkarakter negarawan menjadi kunci utama menjaga stabilitas nasional dari tingkat lokal.
Tantangan di kalangan generasi muda
Di sisi lain, Mayjen TNI (Purn) Abdul Chasib mengingatkan bahwa Wawasan Nusantara kini menghadapi tantangan serius, terutama di kalangan generasi muda.
Lunturnya nasionalisme, derasnya pengaruh budaya global, hingga intervensi asing melalui teknologi informasi menjadi ancaman nyata bagi persatuan bangsa. Untuk itu, diperlukan langkah komprehensif, mulai dari penguatan pendidikan kebangsaan hingga masifnya sosialisasi nilai-nilai Wawasan Nusantara di ruang publik.
“Penguatan Wawasan Nusantara adalah kunci percepatan pencapaian tujuan nasional,” tegasnya.
| Pesan Tembakau Sintetis via Instagram, Pemuda 22 Tahun di Magelang Diciduk Polisi |
|
|---|
| Modus Tanya Alamat KKN Ujung-ujungnya 'Njambret', Komplotan Curas Lintas Daerah Dibekuk Polisi |
|
|---|
| Dituntut 6 Bulan Penjara, Tiga Aktivis di Magelang: Preseden Buruk Kebebasan Berpendapat |
|
|---|
| Beli Pertalite Berulang untuk Dijual Kembali, Pedagang BBM Eceran Ditangkap Polisi Magelang Kota |
|
|---|
| Bangun Kepercayaan, Wali Kota Magelang Serukan Peran Aktif Parpol dan Ormas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Lemhannas-Gembleng-Ketua-DPRD-Se-Indonesia-Siap-Hadapi-Ancaman-Siber-hingga-Disrupsi-Teknologi.jpg)