5 Situs Wisata Sejarah di Karanganyar Sarat Nilai Budaya
Berikut 5 situs wisata sejarah di Karanganyar yang menarik untuk dijelajahi dan dipelajari sembari menyaksikan pemandangan yang sejuk!
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
Candi ini memiliki kemiripan dengan Candi Ceto dan Candi Sukuh yang berada dalam satu kawasan, yaitu berupa punden berundak dengan ciri khas bangunan warisan budaya Megalitikum yang diperkirakan berasal dari abad XV–XVI Masehi.
Nama “Kethek” berasal dari bahasa Jawa yang berarti monyet. Hal ini merujuk pada banyaknya monyet yang hidup di sekitar kawasan candi.
Secara historis, Candi Kethek diduga memiliki fungsi spiritual sebagai tempat pertapaan atau pemujaan.
Lokasinya yang tersembunyi di hutan lereng Gunung Lawu menambah kesan sunyi dan sakral. Situs ini jarang dikunjungi wisatawan dibandingkan Candi Cetho dan Sukuh.
Meski begitu, nilai sejarahnya tetap penting dalam konteks perkembangan Hindu Jawa.
Berikut rincian terkait Wisata Candi Kethek berdasarkan website pesonakaranganyar.karanganyarkab.go.id:
- Lokasi: Dusun Anggrasmanis, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
- HTM: Rp7.000
- Jam buka layanan: Setiap hari, pukul 08.00–17.00 WIB.
4. Situs Menggung
Situs Menggung merupakan situs arkeologi Hindu yang berada di kawasan Tawangmangu, Karanganyar.
Situs ini dikenal karena adanya arca Durga Mahisasuramardhini.
Arca tersebut menjadi bukti kuat pengaruh agama Hindu di wilayah lereng Gunung Lawu.
Selain itu, terdapat arca lain perwujudan dari Kyai Menggung. Situs Menggung diperkirakan berasal dari periode Jawa Kuno.
Meski ukurannya tidak besar, nilai sejarahnya sangat penting.
Selain arca Durga, Situs Menggung juga menyimpan berbagai batuan kuno yang diduga bagian dari bangunan suci.
Situs ini mencerminkan perkembangan kepercayaan dan ritual masyarakat Hindu Jawa.
Lingkungannya masih alami dan relatif tenang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kab-karanganyar.jpg)