5 Situs Wisata Sejarah di Karanganyar Sarat Nilai Budaya

Berikut 5 situs wisata sejarah di Karanganyar yang menarik untuk dijelajahi dan dipelajari sembari menyaksikan pemandangan yang sejuk!

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
pinterest.com
5 Rekomendasi Wisata Sejarah di Kabupaten Karanganyar. 

Ringkasan Berita:
  • Kabupaten Karanganyar memiliki beragam situs wisata sejarah, mulai dari candi Hindu hingga kompleks makam tokoh nasional yang bernilai budaya tinggi.
  • Situs-situs tersebut mencerminkan perkembangan kepercayaan, arsitektur, dan kehidupan spiritual masyarakat Jawa dari masa ke masa.
  • Selain edukatif, suasana alam lereng Gunung Lawu menjadikan wisata sejarah di Karanganyar terasa tenang, menyejukkan, dan berkesan.

 

TRIBUNJOGJA.COM - Kabupaten Karanganyar menyimpan beragam situs wisata sejarah yang erat kaitannya dengan budaya dan kepercayaan masa lampau.

Wilayah di lereng Gunung Lawu ini menjadi saksi perkembangan peradaban Hindu Jawa hingga sejarah modern Indonesia.

Mulai dari candi bercorak Hindu hingga kompleks makam tokoh nasional, semuanya menawarkan pengalaman wisata edukatif.

Tak hanya bernilai historis, suasana alam yang sejuk membuat kunjungan memesona dan menenangkan. 

Berikut 5 situs wisata sejarah di Karanganyar yang menarik untuk dijelajahi dan dipelajari sembari menyaksikan pemandangan yang sejuk: 

1. Candi Cetho 

Candi Cetho di Tawangmangu, Karanganyar.
Candi Cetho di Tawangmangu, Karanganyar.

Candi Cetho merupakan situs sejarah bercorak Hindu peninggalan akhir Kerajaan Majapahit yang dibangun sekitar abad ke-15 Masehi.

Candi ini dikenal dengan bentuknya yang bertingkat seperti punden berundak.

Candi Cetho ini menggambarkan konsep Megalitik yang memiliki 14 teras berundak dari barat ke timur pada tahun 1928.

Namun, karena pemugaran tahun 1975-1976 mengakibatkan teras yang ada hanya tersisa Sembilan teras saja.

Letaknya di lereng Gunung Lawu membuat suasana candi terasa sakral dan tenang.

Hingga kini, Candi Cetho masih digunakan untuk kegiatan ritual keagamaan tertentu.

Selain nilai sejarah, Candi Cetho juga menyimpan banyak simbol kehidupan dalam relief dan arca yang ada di area candi.

Relief tersebut menggambarkan filosofi kesuburan, kehidupan, dan hubungan manusia dengan alam.

Arsitekturnya berbeda dari candi-candi besar di Jawa Tengah seperti Prambanan. Hal ini menunjukkan perubahan budaya dan kepercayaan pada masa akhir Majapahit.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved