AS Diduga Ingin Bunuh Pilot Jet Tempur F-15 E yang Ditembak Jatuh Iran
Militer Iran berhasil menembak dua pesawat tempur F-15 E AS dan pesawat A-10 Warthog AS.
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, TEHERAN - Militer Iran berhasil menembak dua pesawat tempur F-15 E AS dan pesawat A-10 Warthog AS.
Pesawat tempur F-15 E AS ditembak jatuh pada Jumat (3/4/2026) kemarin.
Sang pilot dikabarkan berhasil menyelematkan diri dengan mengunakan kursi lontar.
Sementara A-10 Warthog AS berhasil ditembak jatuh di perairan selatan Iran dekat Selat Hormuz.
Pascakejadian, keberadaan pilot jet jemput AS belum diketahui.
Pemerintah Iran pun mengumumkan hadiah bagi warga yang berhasil menemukan pilot itu
Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) juga telah mengerahkan pasukan untuk menyisir area jatuhnya pesawat F-15E milik AS.
Di sisi lain, pihak AS malah ingin membunuh pilotnya tersebut.
Militer AS memborbardir lokasi yang diduga menjadi tempat pendaratan sang pilot.
“Setelah kecewa karena gagal menyelamatkan pilot jet tempur yang ditembak jatuh oleh angkatan bersenjata Iran dua hari lalu, AS berupaya mengebom dan membunuh pilot tersebut di lokasi-lokasi di mana ia kemungkinan berada,” kata sebuah sumber militer kepada kantor berita Tasnim dikutip dari Kompas.com.
Baca juga: Iran Kembali Obral Rudal Balistik dan Drone ke UEA dan Kuwait, Sasar Kilang Gas dan Minyak
Sang sumber menyebutkan, upaya AS untuk membunuh pilotnya sendiri itu dilakukan dengan mengerahkan sejumlah jet tempurnya.
Beberapa jet tempur AS membombardir sejumlah kawasan di Kota Kohgiluyeh, dan Boyer Ahmad pada Minggu (5/4/2026) dini hari karena menduga sang pilot berada di sana.
"Pihak AS sangat ingin menemukan orang kedua mereka, yang mereka sebut awak pesawat. Karena alasan ini, mereka ingin membunuhnya dengan mengebom beberapa tempat," tambahnya.
Sampai saat ini keberadaan dan nasib pilot AS tersebut belum diketahui.
Apakah masih bebas atau sudah diamankan pihak Iran.
"Saat ini kami belum berkomentar apa pun mengenai hal ini, tetapi satu hal yang dapat disebutkan adalah bahwa pihak AS tidak menceritakan seluruh kebenaran, bahkan tentang pilot pertama yang mereka klaim telah mereka selamatkan," jelas dia.
Menurut sumber militer tersebut, kisah di balik jatuhnya para pilot jet tempur ini berpotensi menjadi skandal baru yang mempermalukan AS.
Sementara kantor berita Iran yang memiliki hubungan dekat dengan dinas keamanan negara itu, juga mengedarkan sejumlah foto yang diklaim sebagai puing-puing jet yang jatuh.
Keberhasilan Iran dalam menembak jatuh dua jet tempur AS ini berlangsung beberapa jam setelah pidato Presiden Donald Trump yang mengeklaim telah meraih tujuan perang di Iran.
Trump bahkan sempat mengeklaim sukses melumpuhkan militer Iran.
Artikel ini sudah tayang di Kompas.com
| Jujurlah Jangan Serakah |
|
|---|
| Selain Memperlua Pasar Baru, Disperindag DIY Masih Genjot Ekspor ke Amerika dan Eropa |
|
|---|
| Misteri Sinyal SOS F-35 Lightning II di Atas Selat Hormuz |
|
|---|
| Pascaperingatan Rudal Iran, AS Hentikan Operasi Pengawalan Kapal di Selat Hormuz |
|
|---|
| Imperialisme Gaya Baru Dibalik ART Indonesia-Amerika Serikat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Spesifikasi-Jet-Tempur-F-15EX-yang-Diborong-Indonesia-Mampu-Luncurkan-Senjata-Hipersonik.jpg)