Vladimir Putin
Putin Danai Proyek Antipenuaan Rp463 Triliun Demi Umur Panjang
Presiden Rusia, Vladimir Putin, menggulirkan program dari proyek nasional umur panjang.
Penulis: Singgih Wahyu N | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, MOSKOW - Pemerintahan Presiden Rusia Vladimir Putin dilaporkan menggelontorkan dana hingga 26 miliar dolar AS (sekitar Rp463 triliun) untuk riset umur panjang dan teknologi antipenuaan.
Program bernama “New Health Preservation Technologies” itu diumumkan pemerintah Rusia sebagai bagian dari proyek nasional umur panjang yang diluncurkan Putin pada 2024.
Perhatian Putin terhadap teknologi umur panjang ini kembali menjadi sorotan setelah percakapannya dengan Presiden China Xi Jinping terekam mikrofon saat parade militer di Beijing pada September tahun lalu.
Dalam percakapan itu, Putin berbicara tentang kemungkinan manusia mencapai “keabadian” dengan mengganti organ tubuh.
Dilansir Wall Sreet Journal, Kamis (28/5), Pemerintah Rusia mengatakan, para ilmuwan kini sedang mengembangkan terapi gen yang bertujuan memperlambat penuaan sel.
Wakil Menteri Sains Rusia Denis Sekirinsky menyebut obat tersebut sebagai salah satu proyek paling menjanjikan dalam riset anti-penuaan.
“Obat ini mewakili salah satu jalur paling menjanjikan dalam perang melawan penuaan,” kata Sekirinsky pada 23 April 2026.
Selain terapi gen, Kremlin juga mengembangkan teknologi pencetakan organ manusia di laboratorium untuk kebutuhan transplantasi.
Ilmuwan Rusia yang bekerja sama dengan lembaga negara disebut fokus pada dua teknologi utama, yakni bioprinting atau pencetakan jaringan hidup dengan printer 3D.
Serta, xenotransplantasi, yaitu menumbuhkan organ manusia di dalam tubuh babi mini yang dianggap kompatibel secara genetik dengan manusia.
Para ilmuwan Rusia mengeklaim telah berhasil mencetak jaringan tulang rawan manusia dan kelenjar tiroid tikus.
Mereka menargetkan teknologi penggantian organ manusia dapat diwujudkan pada 2030.
“Di Federasi Rusia, pekerjaan sedang dilakukan pada berbagai program ilmiah di bidang ini. Proyek-proyek ini didukung negara, dan banyak lembaga ilmiah serta riset ikut ambil bagian di dalamnya,” kata layanan pers Kremlin melalui email.
Proyek umur panjang di Rusia dipimpin dua figur dekat Putin, yakni putrinya Maria Vorontsova dan fisikawan Mikhail Kovalchuk.
Presiden Rusia yang kini berusia 73 tahun itu selama bertahun-tahun membangun citra maskulin dan anti-penuaan lewat berbagai aksi publik, mulai dari berburu tanpa baju, bermain hoki hingga mengendarai motor Harley-Davidson.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Prabowo-bertemu-Putin.jpg)