Misteri Api di Rumah Warga Sleman
Hasil Penelitian Terbaru Kasus Fenomena Api Misterius di Seyegan Sleman, Ini Kesimpulan Tim UGM
FT UGM merilis hasil penelitian terbaru terkait fenomena kemunculan api misterius di rumah Agusyani, di Seyegan, Sleman.
Penulis: TON | Editor: Muhammad Fatoni
Penyisiran zat akseleran atau pemicu kebakaran juga dilakukan di laboratorium melalui metode Headspace Gas Chromatography (GC) terhadap sampel residu kayu, tembok, tanah, hingga abu pembakaran.
Namun, pengujian tersebut hanya mendeteksi keberadaan gas CO2 dan bersih dari unsur sisa hidrokarbon ataupun cairan pelarut (solven). Demikian pula dengan medan elektromagnetik di sekitar rumah yang dipastikan berada di level normal atau aman.
Melalui seluruh rangkaian pembuktian ilmiah empiris tersebut, tim PKPE FT UGM resmi mengeluarkan keputusan final guna menghentikan spekulasi mengenai penyebab fenomena "Rumah Api" Seyegan.
"Berdasarkan hasil penelitian ini Tim PKPE-FT UGM dan mengacu pada Prinsip Teori Segitiga Api menyimpulkan bahwa medan elektromagnetik terukur pada level aman yang berarti bukan pemantik nyala api; sumber api bukan dari rembesan gas alam dari bawah permukaan (lantai); tidak ada anomali termal dan tidak ditemukan gas yang dapat menyala sendiri secara alami (self-ignition) pada suhu kamar," tegas Prof. Alva.
Ia menambahkan, keterkaitan erat munculnya api murni bersumber dari interaksi material buatan manusia yang berada di dalam bangunan tersebut, bukan bersumber dari fenomena geologi lingkungan setempat.
"Tim PKPE FT UGM menemukan data lanjutan bahwa api yang membakar material pada kasus rumah api Seyegan kemungkinan berasosiasi dengan adanya resin poly vinyl chloride yang mudah terbakar jika bertemu sumber api (ignition). Resin ini telah ditemukan pada residu pembakaran berdasarkan pengujian metoda FTIR," lanjutnya.
Dengan diserahkannya dokumen pembaruan penelitian ini dari UGM kepada pihak BPBD Sleman, penanganan teknis maupun mitigasi sosial terhadap bangunan dan kawasan terdampak di Seyegan kini sepenuhnya berada di bawah otoritas pemerintah daerah.
Api Perlu Pemantik
Meski termasuk material yang mudah terbakar, tim PKPE UGM menyampaikan perlu pemantik api untuk membakar material resin polivinil klorida.
Yang masih menjadi tanda tanya, para peniliti tidak mengungkapkan pemantik api yang mengakibatkan material resin PVC itu terbakar.
“Pemantik mestinya ada karena kalau tidak dipantik dia (resin PVC) nggak akan terbakar. Nah, pemantiknya apa? ini akan ditelanjutkan oleh tim yang lain di BPBD, kami akan melaporkan untuk diselidiki pemantiknya ini apa,” kata Anggota PKPE Fakultas Teknik UGM, Dr Ir Sarju Winardi, ditemui di gedung ERIC UGM, Sabtu (13/6/2026).
Tim peneliti juga telah melakukan observasi pengukuran medan elektromagnetik untuk mencari kemungkinan medan elektromagnetik yang berpotensi sebagai pemantik nyala api.
Hasil observasi menunjukkan bahwa kondisi medan elektromagnetik dalam level aman, atau tidak berpotensi menjari pemantik api.
“Secara teori (segita) api itu muncul kalau ada fuel (material bahan bakar), ada heat (panas) kemudian ada oksigen. Kalau ketiga itu muncul ada di satu tempat, tinggal fuelnya saja, fuel itu bisa mantik sendiri atau self-ignition tapi juga dipantik dari pemantik,” imbuh Prof Ir Alva Edy Tantowi, menambahkan.
Dari rangkaian penelitian itu, tim PKPE FT UGM telah menyampaikan sebelumnya bahwa terdeteksi adanya gas Hidrogen tempat munculnya api atau dekat benda terbakar.
Temuan Ahli Geologi
Ahli geologi yang tergabung dalam tim peneliti Pusat Kajian Pelambatan Entropi (PKPE) Fakultas Teknik (FT) Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr Saptono Budi Samodra, menegaskan retakan-retakan di sekitar rumah Agusyani Mujiyanto, di Margomulyo, Seyegan, Kabupaten Sleman tidak mengandung gas.
| Penyebab Api Seyegan Belum Terungkap, Status Tanggap Darurat Tunggu Kajian Ahli |
|
|---|
| Tim Peneliti Rencanakan Uji Gas Fosfin di Rumah Agusyani Sleman |
|
|---|
| Wujud Ikhtiar, Korban Teror Api Misterius di Seyegan Sleman Bakal Gelar Doa Bersama |
|
|---|
| Tim Peneliti UGM Berencana Cek Ulang Lokasi Api Misterius di Seyegan, Pastikan Pembuktian Ilmiah |
|
|---|
| Teror Api Misterius di Seyegan Sleman Masih Terjadi di Hari ke-19, Terpal di Belakang Ruko Terbakar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/PKPE-FT-UGM-menyampaikan-laporan-akhir-investigasi-ilmiah-fenomena-Rumah-Api-Seyegan-Sleman.jpg)