Enam Jam Terakhir, Gunung Merapi Luncurkan Guguran Lava Pijar Lima Kali
Gunung Merapi meluncurkan guguran lava pijar sebanyak lima kali dalam kurun waktu enam jam terakhir
Penulis: HAS | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi meluncurkan guguran lava pijar sebanyak lima kali dalam kurun waktu enam jam terakhir, terhitung mulai pukul 00.00-06.00 WIB.
Guguran lava pijar meluncur sejauh maksimal 1800 meter ke arah Kali Sat/Putih.
"Teramati 5 kali guguran lava ke arah Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum 1800 meter,"tulis laporan harian yang dikutip Tribun Jogja dari laman magma.esdm.go.id, Sabtu (13/6/2026).
Dalam periode yang sama, juga tercatat aktivitas kegempaan yang masih cukup tinggi.
Selaman enam jam terakhir tercatat28 kali gempa Guguran dengan amplitudo 2-33 mm dan lama gempa 54.48-185.21 detik.
Lalu 20 kali gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 2-55 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 22.91-51.85 detik.
Kemudian 1 kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 2 mm, dan lama gempa 15.45 detik.
Serta 1 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 5 mm, S-P tidak teramati dan lama gempa 65.05 detik.
Baca juga: Kasus Balita Naura Meninggal Seusai Disuntik Penenang: Polda DIY Periksa Dua Dokter
Secara visual, puncak gunung tertutup Kabut 0-III.
Asap kawah nihil. Cuaca mendung, angin tenang ke arah timur.
Suhu udara sekitar 21°C. Kelembaban 90 persen dan tekanan udara 919 mmHg.
Hingga saat ini Gunung Merapi masih berstatus level 3.
Lebih lanjut, BPPTKG Yogyakarta menyampaikan rekomendasi terkait potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
Masyarakat pun diimbau agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya dan mewaspadai bahaya lahar serta awan panas guguran (APG), terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (*)
| Update Laporan Aktivitas Vulkanik dan Kegempaan Gunung Merapi Jumat 12 Juni 2026 Siang |
|
|---|
| Aktivitas Gunung Merapi Jumat 12 Juni 2026: Teramati 10 Kali Guguran Lava Selama 6 Jam Terakhir |
|
|---|
| Update Laporan Aktivitas Kegempaan Gunung Merapi Kamis 11 Juni 2026 Siang |
|
|---|
| Laporan Aktivitas Gunung Merapi Kamis 11 Juni 2026: Teramati 10 Kali Guguran Lava Sejauh 1600 Meter |
|
|---|
| Update Laporan Aktivitas Kegempaan Gunung Merapi Rabu 10 Juni 2026 Siang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/20260906-Aktivitas-Gunung-Merapi-pagi-ini.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.