Pasca-Aksi Protes PPAT, Kepala BPN Sleman Dicopot dan Dipindah Tugas ke Jakarta

Imam Nawawi mengaku menerima keputusan tersebut dengan lapang dada. Ia membenarkan, ada pemanggilan langsung oleh Menteri ATR/BPN

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Yoseph Hary W
Tribun Jogja/Ahmad Syarifudin
PENCOPOTAN: Mantan Kepala Kantor Pertanahan (ATR/BPN) Kabupaten Sleman, Imam Nawawi saat menjelaskan terkait pencopotan dirinya dan dialih tugaskan ke Jabatan Fungsional di Jakarta, Jumat (12/6/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Kepala BPN Sleman, Imam Nawawi, dicopot dari jabatannya dan digantikan oleh Andi Reza Fitrian Eru Setiawan sebagai Pelaksana Tugas.
  • Pencopotan ini terjadi setelah adanya aksi unjuk rasa dari paguyuban pegawai notaris dan PPAT yang menuntut percepatan serta transparansi birokrasi pertanahan.
  • Plt Kepala BPN Sleman yang baru berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh terhadap SOP dan SDM demi meningkatkan kualitas pelayanan publik.

 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kepala di Kantor Pertanahan (ATR/BPN) Kabupaten Sleman resmi berganti. Imam Nawawi, yang sebelumnya menjabat sejak awal Mei 2025, dicopot dari posisinya, dan dialih-tugaskan menjadi Pejabat Fungsional Madya di Direktorat Jenderal Penataan Agraria, Jakarta. Sebagai gantinya, posisi Kepala BPN Kabupaten Sleman kini dipercayakan kepada Andi Reza Fitrian Eru Setiawan sebagai Pelaksana Tugas (Plt).

Pencopotan ini terjadi usai Paguyuban Pegawai Notaris, PPAT, dan Freelance Sleman menggelar aksi unjuk rasa di Kantor BPN Sleman pada Rabu (10/6) kemarin. Dalam aksi tersebut, massa menuntut transparansi jadwal tahapan dokumen tanah serta percepatan birokrasi, khususnya pada loket koreksi berkas dan validasi surat ukur yang dinilai lambat.

Imam resmi meninggalkan kantor BPN Sleman hari ini. Kepergiannya berlangsung penuh haru. Sejumlah pegawai tampak berdiri di depan kantor, menyalami dan melepas kepergian Imam yang telah memimpin instansi tersebut selama setahun terakhir.

Menerima keputusan menteri

Imam Nawawi mengaku menerima keputusan tersebut dengan lapang dada. Ia membenarkan, ada pemanggilan langsung oleh Menteri ATR/BPN ke Jakarta pada Rabu (10/6) sore pascaaksi unjuk rasa, untuk melaporkan kondisi di Kabupaten Sleman.

"Saya yakini ini yang terbaik yang dipilih Allah SWT lewat Pak Menteri. Sebenarnya Jabatan Fungsional (JF) ini sudah saya ajukan permohonan sejak bulan Februari 2026. Alhamdulillah, peristiwa kemarin mungkin menjadi percepatan JF saya keluar," ujar Imam, Jumat (12/6/2026). 

Baginya, perpindahan dari struktural ke jabatan fungsional ini memberikan keuntungan tersendiri, termasuk adanya perpanjangan usia pensiun dari yang seharusnya tiba tahun depan. Imam mengaku telah melakukan pembenahan selama setahun menjabat. Apalagi, ia menyebut, di tengah keterbatasan sumberdaya manusia (SDM), BPN Sleman memegang beban kerja yang sangat besar, yakni mencakup lebih dari 40 persen volume pertanahan di seluruh wilayah DIY. Ia mengaku mengajak pegawai untuk bekerja keras. 

"Terbukti dulu, tunggakannya Sleman berada di peringkat 3 nasional. Alhamdulillah, per tanggal 8 (Juni) untuk tunggakan periode 2015-2025, kita berhasil menekan posisi hingga ke peringkat 81 nasional. (Sementara) yang tunggakan tahun 2025 berada di peringkat 63 dari sebelumnya peringkat 3 tunggakan nasional," ujarnya. 

Selain memangkas tunggakan, Imam juga menyoroti pembenahan sistem arsip warkah yang krusial sebagai alat pembuktian hukum. Di tengah keterbatasan ruang, pihaknya telah bekerja sama dengan Pemkab Sleman untuk meminjam gedung belakang milik Dinas Pertanian Perikanan dan Pangan (DP3) Sleman untuk digunakan menata ulang arsip yang sebelumnya menumpuk di lorong kantor.

"Jadi sekarang sedang dilakukan penataan arsip. (Kalau PR untuk Plt) Tinggal barangkali mungkin catatan-catatan (aksi) yang kemarin, untuk dibenahi. Pada prinsipnya, kami sudah bekerja keras," kata dia. 

Evaluasi menyeluruh

Sementara itu, Plt Kepala Kantor Pertanahan BPN Sleman yang baru, Andi Reza Fitrian Eru Setiawan menyatakan kesiapannya untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh demi membenahi kualitas pelayanan publik. 

Hal pertama yang akan dilakukan adalah menata SOP. Kemudian sosialisasi dan komunikasi yang baik dengan masyarakat, kaitannya aturan yang berlaku serta pelayanan yang baik dan benar. Evaluasi juga akan dilakukan terhadap pelaksanaan tugas sumberdaya manusia yang ada. Apakah SDM sudah ditempatkan pada tempat yang tepat atau membutuhkan pergantian. 

"Mudah-mudahan kedatangan saya di Sleman membawa arus yang positif dan menghindarkan dari arus negatif. Saya diberikan tanggung jawab untuk memperbaiki layanan di BPN Sleman," ujar Reza.

Jabatan definitif Reza sendiri saat ini merupakan Kepala Bagian Tata Usaha di Kanwil BPN DIY. Ia meminta dukungan dari seluruh elemen masyarakat dan internal BPN untuk menjaga kondusivitas wilayah Sleman. Pihaknya berkomitmen untuk mengamankan tugas bersama dan akan melihat hasil evaluasi dalam beberapa bulan ke depan agar pelayanan pertanahan di Sleman menjadi lebih baik dan transparan.(*) 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
VS
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved