Harga Pertamax Naik
Harga Pertamax Melonjak Tajam, Warga Bantul Rela Antre Panjang Isi Pertalite di Malam Hari
Selisih harga yang nyaris menyentuh angka Rp4000 ini sontak membuat pengguna bahan bakar non-subsidi berpikir ulang dan beralih ke Pertalite
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Muhammad Fatoni
Oleh karena itu, ia menitipkan harapan besar kepada pihak berwenang agar pasokan BBM bersubsidi tetap terjaga di tengah fenomena migrasi konsumen ini.
"Kenaikan harga Pertamax kali ini benar-benar terasa dampaknya bagi kami. Selisih harga yang sangat jauh itu sangat membebani biaya operasional harian, apalagi untuk warga pekerja dengan mobilitas tinggi. Kalau memaksakan diri tetap memakai Pertamax di harga lebih dari Rp16 ribu, pengeluaran sehari-hari pasti akan terganggu. Solusi satu-satunya ya kembali beralih penuh menggunakan Pertalite dan ikut antrean. Kami hanya berharap kepada pemerintah dan Pertamina agar pasokan Pertalite di setiap SPBU selalu dipastikan aman dan tidak ada pembatasan stok. Sebab dengan selisih harga sejauh ini, pasti antrean akan semakin panjang karena banyak warga yang beralih," tutur Adi menegaskan.
Berdasar pantauan di beberapa SPBU lainnya di DIY, kenaikan harga Pertamax di level Rp16.250,00 per liter ini menyebabkan antrean panjang di jalur Pertalite.
Migrasi ke Pertalite
Sebelumnya, Area Manager Communication, Relations & Corporate Social Responsibility (CSR) Jawa Bagian Tengah PT Pertamina Patra Niaga Taufiq Kurniawan memaparkan data ketersediaan BBM di DIY untuk menjawab kemungkinan peralihan sebagian pengguna Pertamax ke Pertalite setelah penyesuaian harga diterapkan.
Taufiq mengklaim, cadangan Pertalite yang tersedia saat ini setara dengan 12 kali konsumsi harian normal.
Sementara itu, stok Solar berada pada level 20 kali kebutuhan harian, kemudianstok Pertamax dan Pertamina Dex masing-masing mencapai sekitar 18 kali lipat dari konsumsi normal.
Taufiq juga memastikan masyarakat tidak perlu mengkhawatirkan ketersediaan BBM di DIY.
Menurutnya, stok baik di fasilitas penyimpanan maupun jaringan SPBU berada dalam kondisi aman. (*)
| Guru Besar Ilmu Pemerintah UMY Desak Pemerintah Berikan Subsidi BBM Non Industri |
|
|---|
| Harga Pertamax Naik, Penjualan di Pertashop Anjlok |
|
|---|
| Jeritan Driver Ojol di Jogja, Kenaikan Harga Pertamax Picu Antrean Panjang Pertalite di SPBU |
|
|---|
| Warga Khawatir Kenaikan Harga BBM Pertamax Picu Efek Domino Ekonomi |
|
|---|
| Keluh Kesah Driver Ojol di Jogja soal Kenaikan BBM, Kesulitan Cari Pertalite di SPBU |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/20261206-Antrean-di-SPBU-Jalan-Bibis-Raya-Bantul.jpg)