Disnakertrans DIY Gelar Job Fair, Kebutuhan SDM Capai 2.671 Orang
Ada 43 perusahaan pemberi kerja yang terlibat dalam job fair tersebut. Tercatat ada 394 jabatan, kebutuhan SDM mencapai 2.671 orang.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Yoseph Hary W
Ringkasan Berita:
- Disnakertrans DIY bersama UNY dan BPJS Ketenagakerjaan menggelar job fair yang menyediakan 2.671 lowongan kerja dari 43 perusahaan.
- Kepala Disnakertrans DIY menyebut pasar kerja terus tumbuh dan menekankan pentingnya pekerja menguasai kemampuan teknis serta keahlian adaptasi.
- Pemerintah melakukan skrining ketat terhadap perusahaan peserta demi menjamin perlindungan tenaga kerja dan menargetkan penyerapan hingga 75 persen pelamar.
Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DIY berkolaborasi dengan UNY dan BPJS Ketenagakerjaan menggelar job fair di Auditorium UNY pada 10 dan 11 Juni 2026.
Ada 43 perusahaan pemberi kerja yang terlibat dalam job fair tersebut. Tercatat ada 394 jabatan yang tersedia dengan kebutuhan SDM mencapai 2.671 orang.
Pasar kerja tumbuh
Kepala Disnakertrans DIY, Ariyanto Wibowo mengatakan tingkat pengangguran terbuka di DIY sebesar 3,18 persen, lebih rendah dari tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan pasar kerja Indonesia terus tumbuh.
Kendati demikian, tantangan ketenagakerjaan perlu perhatian serius. Bukan hanya soal ketersediaan lapangan pekerjaan, tetapi kesesuaian kompetensi tenaga kerja dan kebutuhan industri.
"Saat ini dunia kerja mengalami transformasi sangat cepat akibat digitalisasi, otomatisasi, perkembangan kecerdasan buatan, serta perubahan model bisnis berbagai sektor. Oleh karena itu kebutuhan kerja tidak hanya yang memiliki keterampilan teknis hardskill, teapi juga keterampilan komunikasi, kolaborasi, kreativitas, adaptabilitas, kemampuan memecahkan masalah," katanya dalam pembukaan jobfair, Rabu (10/6/2026).
"Meskipun tingkat pengangguran menurun, masih banyak pekerja di sektor informal atau pekerjaan dengan produktivitas dan perlindungan yang relatif rendah. Karena itu, pemerintah terus mendorong penciptaan lapangan kerja yang berkualitas dan berkelanjutan. Melalui job fair ini kami berharap memperluas akses informasi pasar kerja, mempercepat penempatan tenaga kerja, serta memperkuat hubungan pencari kerja dengan dunia usaha dan dunia industri," sambungnya.
Peran penting job fair
Menurut dia, job fair memiliki peran strategis dalam menekan angka pengangguran di DIY. Pasalnya job fair dapat menyerap sekitar 70 persen pencari kerja yang datang. Pada jobfair kali ini, ia berharap jobfair dapat menyerap 75 persen pelamar yang mendaftar. Berdasarkan data sementara ada sekitar 1.400 pencari kerja yang mendaftar.
Dalam penyelenggaraan jobfair, pihaknya juga melakukan skrining terhadap perusahaan pemberi kerja. Ada lebih dari 400 perusahan yang mendaftar sebagai pemberi kerja, namun hanya 43 saja yang dipilih.
Skrining tersebut bertujuan untuk memastikan pemberi kerja adalah perusahaan sehat sehingga memberi kepastian kepada pencari kerja.
"Jadi kami skrining kondisi perusahaan, kemudian perliundungan bagi tenaga kerja, dan lain-lain. Supaya ke depan tidak ada masalah bagi tenaga kerja. Kalau ada beberapa catatan kurang bagus (saat skrining), kami lakukan pembinaan dan tidak kami beri kesempatan. Jangan sampai pekerja itu salah masuk," terangnya.
Pelaksanaan jobfair ini mendapat sambutan antusias dari pencari kerja, salah satunya Rixie (25). Ia baru saja lulus dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada November 2025 lalu. Menurut dia, jobfair memudahkan dalam memperoleh informasi lowongan pekerjaan dan kualifikasi yang dibutuhkan.
"Tadi sudah muter-muter ke beberapa perusahaan, bagus sih, bisa buat kenalan sama perusahaan apa saja yang membuka lowongan kerja. Ada sekitar 6 atau 7 perusahaan tadi yang sempat tanya-tanya," ujarnya. (maw)
| Cerita Rixie, Penyandang Low Vision Hadapi Asumsi Negatif dalam Mencari Kerja |
|
|---|
| Gelar Job Fair 2026, UAJY Jembatani Alumni dan Mahasiswa Masuk ke Dunia Kerja |
|
|---|
| UNY Telusuri Dugaan Alumni Lakukan Riset Palsu di Konferensi Internasional |
|
|---|
| Pengangguran Terbuka di DIY Turun Jadi 3,05 Persen, Kualitas Serapan Pekerja Formal Jadi Tantangan |
|
|---|
| Korban Tindak Pidana Termasuk Akibat Klitih di DIY Tak Ditanggung BPJS Kesehatan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Disnakertrans-DIY-Gelar-Job-Fair-Kebutuhan-SDM-Capai-2671-Orang.jpg)