Fenomena Api di Seyegan

Hari ke-18 Fenomena Api di Seyegan, Peneliti Ungkap Anomali Bawah Tanah

Tim Fakultas Teknik UGM mendeteksi adanya anomali resistivitas bawah tanah melalui pemindaian metode geolistrik spasi pendek.

Tayang:
Penulis: Singgih Wahyu N | Editor: Joko Widiyarso
Tribun Jogja/Ahmad Syarifudin
GEOLISTRIK: Tim Laboratorium Geofisika Eksplorasi, Departemen Teknik Geologi dan Lingkungan (DTGL) Fakultas Teknik UGM memasang alat untuk pemindaian metode geolistrik di sekitar rumah Agusyani di Seyegan Sleman, Selasa (9/6/2026). Penelitian tim UGM ini dimaksudkan untuk memecahkan misteri api yang terus muncul di rumah Agusyani dan sekitarnya. 

Ini merupakan kejadian keempat di rumah Laila. Beberapa hari sebelumnya, Jumat (5/6/2026), api membakar kayu, handuk, dan kerudung hitam di rumahnya.

"Iya ini handuk kedua yang terbakar," kata Laila, sembari tangannya sigap menyelamatkan baju lainnya, supaya tidak ikut terbakar. 

Pukul 19.20, api muncul lagi dan kali ini membakar terpal di belakang ruko.

Geolistrik

Tim dari UGM, UPN "Veteran" Yogyakarta, Tim Gegana Sat Brimob Polda DIY hingga BPPTKG telah turun ke lokasi dan melakukan observasi sejak pekan lalu. 

Tim laboratorium geofisika eksplorasi UGM Senin (8/6) kemarin menerjunkan alat georadar dan menemukan retakan di bawah tanah, menguatkan dugaan adanya migrasi gas alami. 

Meski begitu, sejauh ini para peneliti belum menghasilkan kesimpulan final mengenai penyebab fenomena kebakaran ini.

Penelitian terbaru, Tim Laboratorium Geofisika Eksplorasi, Departemen Teknik Geologi dan Lingkungan (DTGL) Fakultas Teknik UGM mendeteksi adanya anomali resistivitas (nilai tahanan jenis) bawah tanah di sisi selatan rumah korban melalui pemindaian metode geolistrik spasi pendek. 

Koordinator Peneliti Lab Geofisika Eksplorasi UGM, Saptono Budi Samudro, menjelaskan, prinsip pemindaian geolistrik adalah dengan melihat variasi lapisan di bawah permukaan tanah berdasarkan nilai resistivitas jenis batuan. 

Kali ini, tim UGM melakukan geolistrik spasi pendek yang dipusatkan di sekitar rumah Agus Yani dengan tujuan mengejar variasi yang lebih detail. 

Hasil penelitian sementara belum bisa sepenuhnya langsung disimpulkan. 

Tetapi, dari beberapa lintasan geolistrik dua dimensi yang sudah selesai diukur, menunjukkan adanya variasi nilai kelistrikan bumi yang dianggap tidak wajar, di area sisi selatan bangunan.

"Sementara ini, yang sudah terlihat ada anomali di sisi selatan rumah. Anomali resistivitas yang berbeda ini menunjukkan adanya material yang berbeda pula di bawah permukaan tanah," kata Saptono, di lokasi, Selasa.

Berbeda dengan tim UPN yang sebelumnya melakukan pemetaan geolistrik skala regional berjarak lebar untuk mengejar kedalaman, tim UGM kali ini sengaja mempersempit spasi menjadi hanya satu meter. 

Langkah ini diambil khusus untuk melokalisir dan mendetailkan ruang di empat sisi luar rumah yang diteliti yakni selatan, utara, timur, dan barat. 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved