Kebakaran

Titik Api di Seyegan Meluas, Kini Menyala di Halaman Tetangga

Titik api yang tiba-tiba muncul di rumah warga Seyegan, Sleman, belum juga usai. Bahkan, kini mulai muncul di halaman tetangga.

Tayang:
Penulis: Singgih Wahyu N | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/Hendy Kurniawan
TERBAKAR - Api yang muncul seketika membakar pakaian dan sofa rusak di rumah Agus Yani, Sabtu (30/5/2026) dini hari. 

Sejak Sabtu (23/5) hingga Selasa malam, atau 11 hari, total ada 83 titik api yang membakar sejumlah barang, mulai dari pakaian, perabot, kayu, dan lainnya.

Baca juga: BPBD Sleman Libatkan Akademisi Tangani Fenomena Kebakaran di Seyegan untuk Jamin Keamanan

Observasi

Dekan Fakultas Teknik Mineral dan Energi (FTEM) UPN "Veteran" Yogyakarta, Prof Basuki Rahmad, kembali melakukan observasi di rumah Agus Yani di Kasuran, Seyegan, Sleman, Selasa (2/6/2026) sore hingga petang. 

Kedatangannya kali ini termasuk menggali data-data pun informasi dari warga sekitar.

Ditemani putri sulung Agus, H. Mutfiana, Basuki ditunjukkan titik-titik api baru yang muncul kemarin dan hari ini. 

Termasuk melihat bekas api yang muncul di dua lahan tetangga Agus. 

Selepas itu, mereka menyusuri pematang dan jalan setapak menuju ke Bendung Selokan Gembung Krusuk, Padukuhan Nepen, Seyegan, sekitar 300 meter ke arah timur dari rumah Agus. 

Sebelumnya, Basuki memantau sumur salah satu warga Nepen. 

Beberapa waktu lalu, tercium bau gas di sumur itu saat akan digali karena air mengering. 

Menggunakan dua senter, Prof Basuki melihat gelembung-gelembung kecil di permukaan air sumur. 

Apakah itu gelembung gas? Perlu diteliti lebih jauh. "Misal pun itu gas, (intensitasnya) cukup lemah," ujarnya. 

Berbincang sejenak dengan warga, Basuki mendapat informasi soal terbakarnya rumpun bambu dan sawah tak jauh dari bendung. 

Setahun lalu, rumpun bambu itu terbakar sendiri. Begitu pula dengan sedikit area sawah di belakang pos ronda sekitar empat bulan lalu. 

Api membara nirsebab.

Beranjak ke bendung, Basuki mendapat informasi bahwa anak-anak yang sedang memancing mencium aroma gas. 

Lima anak itu pun diajak berbincang tentang pengakuan tersebut. 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved