Kebakaran

Titik Api di Seyegan Meluas, Kini Menyala di Halaman Tetangga

Titik api yang tiba-tiba muncul di rumah warga Seyegan, Sleman, belum juga usai. Bahkan, kini mulai muncul di halaman tetangga.

Tayang:
Penulis: Singgih Wahyu N | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/Hendy Kurniawan
TERBAKAR - Api yang muncul seketika membakar pakaian dan sofa rusak di rumah Agus Yani, Sabtu (30/5/2026) dini hari. 

Area di mana bau gas tercium itu merupakan salah satu titik yang diteliti sendiri oleh Basuki pada Senin (1/6/2026) kemarin. 

Pemetaan geofisika

Tim Geofisika UPN bakal melakukan pemetaan rekaman geofisika di Kasuran, Rabu (3/6/2026) ini. 

"Informasi-informasi ini tentu berharga. Tim Geofisika (UPN) besok akan turun untuk melakukan pemetaan. Yang jelas ini adalah fenomena alam, bisa dijelaskan secara ilmiah," jelas Basuki. 

Basuki mengatakan, pemetaan rekaman geofisika ini bertujuan untuk mengetahui kondisi lapisan batuan bawah permukaan. 

Langkah awal ini dilakukan lantaran kebakaran kini meluas ke tetangga sebelah utara rumah Agus Yani.

“Jadi kan dari geologinya ada data-data yang sudah dikumpulkan di permukaan, batuan-batuan ini. Kami butuh data valid secara geofisika, batuannya nyebar kemana, yang mana batuan itu diduga kuat sebagai sumbernya gas. Yang kemarin saya sampaikan batuan lanau warna gelap, diduga kuat karbon organik,” katanya.

Melalui rekaman geofisika tersebut akan diketahui lapisan batuan yang diindikasikan sebagai zona-zona gas metan. 

“Indikasi kuat gas metan, karena kalau di dalam, ternyata juga muncul di persawahan. Di bawah kan tentunya ada sebuah lapisan jejak rawa, batuan-batuan yang membawa gas. Rekaman geofisika itu hasilnya sebuah lapisan yang diindikasikan sebagai zona-zona gas metan pada batuan apa,” sambungnya.

Perilaku gas

Setelah hasil pemetaan geofisika didapatkan, pihaknya akan melakukan seismik refraksi untuk mengetahui kurida yang tersimpan. 

Basuki menilai perilaku gas di sekitar kawasan tersebut cukup menarik. 

Bahkan, fenomena ini menjadi yang pertama kali ia alami selama meneliti gas. 

Pasalnya, kebakaran tidak hanya terjadi di dalam rumah yang kondisinya lembap, tetapi juga di luar rumah.

“Ini menjadi hal yang sangat unik, perilaku gas ini. Rumahnya Fia (putri Agus Yani) ini kan lembap, artinya mengandung kandungan H2O. Diduga kuat gas itu masih beterbangan di rumah ini. Karena lembab, banyak pakaian menggantung di dinding, pakaian juga lembap. Gas yang diduga kuat gas metan ini dari bawah permukaan rumah ini, sebuah molekul CH4 itu kan selalu menempel pada molekul pada H2O. Nah H2O ini kelembapan tadi, kelembapan itu salah satunya di pakaian, deklit,” terangnya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved