Balita Meninggal saat CT Scan di Sleman
Kasus Dugaan Malpraktik di RSUD Prambanan, Bupati Sleman Minta Maaf ke Keluarga Korban
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, secara terbuka menyampaikan permohonan maaf langsung kepada keluarga korban
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Yoseph Hary W
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman, Cahya Purnama mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan laporan dari Direktur RSUD Prambanan terkait permasalahan tersebut.
Pemerintah Kabupaten Sleman, kata Cahya, berkomitmen menyelesaikan permasalahan ini sesuai dengan prosedur yang ada.
Selain proses hukum yang sedang berjalan di kepolisian, upaya mediasi antara manajemen RSUD Prambanan dan pihak keluarga melalui penasihat hukumnya saat ini masih terus diupayakan.
"Kami berkomitmen dari Kabupaten untuk menyelesaikan permasalahan ini sesuai dengan prosedur. Artinya, kami sudah di-back up dari pihak kabupaten untuk menyelesaikan permasalahan ini. Saat ini dalam tahap komunikasi dengan pihak lembaga bantuan hukumnya itu yang mendampingi dari keluarga (korban)," kata dia.
Tunggu hasil penyelidikan
Disinggung soal dugaan malpraktik dalam kasus ini, Cahya mengaku akan melihat terlebih dahulu hasil pemeriksaan yang sedang berjalan. Apakah ditemukan mens rea (niat jahat) dalam kasus ini atau tidak.
Pembuktian klinis obat penenang (sedasi) serta unsur niat jahat dalam hukum kesehatan diserahkan sepenuhnya kepada tim ahli dan penyidik dari kepolisian.
"Ya, kita doakan lah, mudah-mudahan nggak ada kesengajaannya seperti itu. Pasti ada sesuatu yang tidak beres, katakanlah mungkin dengan kondisi pasiennya, atau mungkin dengan kondisi obatnya, atau apa seperti apa, nanti akan dibuka," kata Cahya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Kasus-Dugaan-Malpraktik-di-RSUD-Prambanan-Bupati-Sleman-Minta-Maaf-ke-Keluarga-Korban.jpg)