Tak Ada Peningkatan Volume Sampah di Pantai Parangtritis Selama Momen Libur Panjang

Jumlah volume sampah yang ada di kawasan Pantai Parangtritis dinilai masih sama seperti hari libur biasa. 

Tayang:
Tribun Jogja/Neti Istimewa Rukmana
Suasana Pantai Parangtritis, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, belum lama ini. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Unit Pelaksana Kegiatan (UPK) Pantai Parangtritis, Kabupaten Bantul, mencatat tidak ada peningkatan jumlah volume sampah selama libur panjang pada 27 Mei sampai 1 Juni 2026.

Jumlah volume sampah yang ada dinilai masih sama seperti hari libur biasa. 

Koordinator UPK Pantai Parangtritis, Suranto, berujar sampah saat libur panjang kemarin hanya ada sampah dari kunjungan wisatawan.

Sebab, kondisi libur panjang kali ini berbarengan dengan musim kemarau.

"Karena ini musim kemarau, jadi sampahnya cuma sampah biasa. Sampah yang ada itu sampah dari wisatawan berupa sisa makanan, botol minuman, dan sejenisnya. Dan volume sampah yang terkumpul masih sama seperti libur hari Minggu biasa," katanya, kepada Tribunjogja.com, Selasa (2/6/2026).

Dikatakannya, volume sampah yang terkumpul hanya sekitar 1 ton sampai 1,5 ton sampah per hari.

Bahkan, satu kelompok hanya mengangkut sampah dengan dua sampai tiga kendaraan Viar.

Sampah yang diangkut tersebut juga termasuk sampah ringan bukan sampah basah.

Lain halnya saat musim hujan tiba, kata Suranto, sampah di Pantai Parangtritis dapat meningkat karena sampah sungai terbawa banjir dan terbawa ke laut kemudian terdampar di bibir pantai, sehingga sampah bercampur dengan sampah wisatawan. 

"Jadi kalau musim hujan dan banjir, berat sampah satu kendaraan Viar itu bisa mencapai tiga kuintal. Tapi, kalau sampah kering, berat sampah satu kendaraan Viar itu hanya setengahnya atau sekitar satu kuintal-an," ucap dia.

Baca juga: Pangkas Layanan Birokrasi, Pengantin Baru di Bantul Bisa Langsung Kantongi Dokumen Adminduk Baru

Tak Ada Sampah Hewan Kurban

Lebih lanjut, pihaknya memastikan saat momen libur Lebaran Iduladha tidak ada jeroan atau organ dalam daging kurban yang dibuang sembarangan di kawasan Pantai Parangtritis.

Kendati begitu, masih ada beberapa warga yang membersihkan sisa organ dalam daging kurban di sungai.

Namun, bagian yang tertinggal di sungai tersebut, kebanyakan dimakan oleh ikan-ikan sehingga tidak terbawa arus dan terdampar di bibir pantai.

"Selama libur kemarin, kami hanya libur pas salat Iduladha saja. Tapi kami tetap upayakan, segera membersihkan sampah. Jadi, saat libur itu terjadi sampah yang luar biasa banyak, kita tetap segera sapu bersih kawasan wisata Pantai Parangtritis," ujarnya.

Pihaknya tidak ingin, waktu libur petugas kebersihan Pantai Parangtritis mengganggu kenyamanan wisatawan.

Maka dari itu, pihaknya tetap memantau kondisi lingkungan Pantai Parangtritis dan mengerahkan petugas yang ada.

Pengolahan Sampah di Masyarakat

Di sisi lain, pihaknya tetap mengimbau masyarakat untuk terus peduli dengan pengolahan sampah masing-masing.

Sebab, sampah menjadi masalah serius jika tidak segera ditangani sedini mungkin. 

"Kita sebagai orang, jika tidak peduli terhadap sampah akan membawa dampak yang luar biasa. Maka, biasakanlah untuk membuang sampah pada tempatnya agar tidak merusak lingkungan," tutur dia.

Dengan menjaga dan mengelola sampah mandiri, diharapkan dapat mengantisipasi dampak penumpukan sampah sekaligus menjaga lingkungan setempat.

"Mari bersama menjaga lingkungan masing-masing. Dengan mengelola sampah sendiri, maka bisa dikatakan kita telah membantu menjaga lingkungan kita dari tumpukan sampah yang berserakan," tandas dia.(*)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved