Kisah Keluarga di Sleman Bertubi-tubi Diteror Api Misterius, Sepekan Terjadi 44 Kali Kebakaran

Rumah berlantai dua milik Agus Yani di Kasuran, Kalurahan Margomulyo, Seyegan,Sleman, kini tak lagi menjadi tempat bernaung yang tenang

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Hari Susmayanti
Istimewa/Tangkapan layar video
Titik api muncul lagi membakar tumpukan kayu di belakang rumah Agus Yani di Kasuran, Seyegan, Sleman, Kamis malam. 

Bambang menambahkan, pihaknya kini terus mengupayakan dapat menggandeng para ahli geologi dari UPN Veteran Yogyakarta dan Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk mengkaji fenomena aneh di Seyegan ini.

Tak hanya itu, koordinasi dengan Basarnas juga dilakukan guna menghubungkan dengan Hiswana Migas agar dapat melacak apakah ada sumber gas bumi atau jalur migas di kawasan pemukiman tersebut. 

"Kami masih berusaha terus, karena kok belum bisa ada jawaban (dari fenomena itu). Terus teman-teman dari Basarnas juga sudah menghubungi beberapa teman di Hiswana Migas, kaitannya apakah nanti ada sumber gas di daerah sana," ujarnya. 

Upaya penanganan terhadap fenomena titik api yang aneh ini telah melibatkan lintas sektor. Jauh sebelum itu, Tim Gegana Polda DIY juga telah diturunkan dan mengecek langsung ke lokasi. 

Gas Metana 

Hasil pengecekan Tim Gegana Polda DIY menduga kuat bahwa rentetan kebakaran ini dipicu oleh akumulasi kebocoran gas metana dari bawah tanah.

Gas tersebut disinyalir telah menyebar luas di bawah keramik lantai rumah korban.

Meskipun septic tank sudah dikuras, instalasi pipa paralon yang bocor diganti, hingga memasang pipa saluran pembuangan gas ke udara dari septic tank telah dilakukan, tapi ancaman kebakaran masih berpotensi terjadi. 

Kasihumas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro menyampaikan, ancaman kemunculan titik api di dalam rumah tersebut masih berpotensi terjadi hingga beberapa pekan ke depan.

"Berdasarkan keterangan Tim Gegana yang sudah disampaikan kepada pemilik rumah, gas metana ini sementara masih berpotensi muncul dalam kurun waktu sekitar satu minggu hingga satu bulan pasca-penanganan. Karena gas sudah menyebar di bawah lantai," ujar Argo.(*

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved