Misteri Api di Rumah Warga Sleman

Dosen Teknik Kimia Sebut Ada Kemungkinan Gas Lain yang Jadi Penyebab Teror Api di Seyegan Sleman

Penyebab awal munculnya titik api misterius tersebutdiduga karena ada kebocoran gas metana dari septictank.

Tayang:
Istimewa/Kolase foto tangkapan layar video api
TEROR API: Teror api membakar barang-barang di dalam rumah warga Seyegan, Sleman.   

Tidak hanya dari sisi gas, jalur listrik juga perlu dicek.

Ada kemungkinan kabel mengelupas atau lembab yang bisa menjadi pemicu kebakaran.

Menurut dia, teror api yang menyebabkan kebakaran berkali-kali tersebut cukup menarik untuk diteliti. 

"Menarik sih sebenarnya untuk diteliti, tetapi kalau personal dosen kan harus ada mekanisme yang perlu dilalui, termasuk pendanaannya. Mungkin pengabdian masyarakat bisa juga itu," imbuhnya. 

Baca juga: Rentetan Teror Api Misterius di Rumah Warga Seyegan Sleman Berlanjut, Polisi Ungkap Fakta Baru

Hasil Pemeriksaan Polisi

Rentetan kemunculan api misterius di sebuah rumah warga di Dusun Mriyan X, Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Sleman belum juga berakhir

Dilaporkan, sudah lebih dari 40 kali api muncul secara acak dan membakar pelbagai perabot di dalam rumah berlantai dua tersebut.

Terbaru, titik api kembali muncul pada Rabu (27/5/2026) malam sekitar pukul 23.00 WIB.

Api membakar barang yang ditaruh di gagang pintu kamar tengah.

Barang tersebut berupa handuk merah, yang kemudian terbakar dan jatuh ke lantai. 

Hasil pengecekan dari Tim Gegana Polda DIY, rentetan kebakaran ini diduga kuat dipicu oleh akumulasi kebocoran gas metana di bawah tanah yang telah menyebar luas di bawah keramik lantai rumah korban.

Kasihumas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro, menyampaikan ancaman kemunculan titik api di dalam rumah ini masih berpotensi terjadi hingga beberapa pekan ke depan.

 "Berdasarkan keterangan Tim Gegana yang sudah disampaikan kepada pemilik rumah, gas metana ini sementara masih berpotensi muncul dalam kurun waktu sekitar satu minggu hingga satu bulan pasca-penanganan. Karena gas sudah menyebar di bawah lantai," jelas Argo, Kamis (28/5/2026).

Terpisah, Kapolsek Seyegan, AKP Pujiono, menyampaikan fakta baru yang cukup mengejutkan terkait sifat dari fenomena ini.

Kata dia, berdasarkan analisis Tim Gegana, karakteristik gas metana yang sudah terakumulasi di dalam bangunan ini sangat sensitif.

Gas tersebut tidak memerlukan pemantik api langsung untuk terbakar, melainkan dapat menyala akibat terpicu listrik statis di sekitar lokasi. 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved