Teror Api di Rumah Warga Seyegan Belum Berakhir,  Total Sudah Lebih 40 Kali Kebakaran 

Hingga hari keenam sejak kejadian pertama, tercatat sudah lebih dari 40 kali api muncul secara acak dan membakar pelbagai perabot

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Hari Susmayanti
Istimewa/Kolase foto tangkapan layar video
Api muncul di rumah warga Kasuran, Seyegan, Sleman, Rabu (27/5/2026) sekitar pukul 22.50. 

Ringkasan Berita:
  • Api misterius telah muncul lebih dari 40 kali secara acak di rumah warga Seyegan, Sleman hingga Kamis (27/5/2026) malam, membakar berbagai perabot rumah.
  • Tim Gegana Polda DIY menyebut kebakaran dipicu kebocoran gas metana di bawah lantai yang sangat sensitif dan bisa menyala hanya karena listrik statis tanpa pemantik.
  • Meski septic tank telah diperbaiki, polisi menyatakan sisa gas yang terjebak masih berpotensi memicu api hingga sebulan ke depan. Personel gabungan kini disiagakan di lokasi.

 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Teror kemunculan titik api misterius di sebuah rumah warga Kalurahan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman belum juga berakhir.

Hingga hari keenam sejak kejadian pertama, tercatat sudah lebih dari 40 kali api muncul secara acak dan membakar pelbagai perabot di dalam rumah berlantai dua tersebut.

Peristiwa terbaru, titik api kembali muncul pada Kamis (27/5/2026) malam, sekitar pukul 23.00 WIB. Api membakar barang yang ditaruh di gagang pintu kamar tengah.

Barang tersebut berupa handuk merah, yang kemudian terbakar dan jatuh ke lantai. 

Hasil pengecekan dari Tim Gegana Polda DIY, rentetan kebakaran ini diduga kuat dipicu oleh akumulasi kebocoran gas metana di bawah tanah yang telah menyebar luas di bawah keramik lantai rumah korban.

Kasihumas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro menyampaikan, ancaman kemunculan titik api di dalam rumah ini masih berpotensi terjadi hingga beberapa pekan ke depan.

 "Berdasarkan keterangan Tim Gegana yang sudah disampaikan kepada pemilik rumah, gas metana ini sementara masih berpotensi muncul dalam kurun waktu sekitar satu minggu hingga satu bulan pasca-penanganan. Karena gas sudah menyebar di bawah lantai," jelas Argo, Kamis (28/5/2026). 

Sejauh ini, sejumlah upaya penanganan  telah dilakukan untuk menghentikan sumber gas yang diduga menjadi penyebab munculnya api.

Antara lain dengan perbaikan septic tank, penyedotan limbah, penggantian instalasi pipa pralon yang bocor, hingga memasang pipa saluran pembuangan gas ke udara dari septic tank. 

Namun, sisa gas yang telanjur terjebak di bawah struktur bangunan masih menjadi ancaman.

Artinya, meskipun sudah dilakukan perbaikan pada saluran limbah, tetapi titik api masih berpotensi muncul.

"Hingga hari keenam sejak pertama kali kejadian, tercatat sudah lebih dari 40 kali kemunculan api di berbagai titik di dalam rumah tersebut," katanya. 

Sementara itu, Kapolsek Seyegan AKP Pujiono menyampaikan fakta yang cukup mengejutkan terkait sifat dari fenomena ini. Kata dia, berdasarkan analisis Tim Gegana, karakteristik gas metana yang sudah terakumulasi di dalam bangunan ini sangat sensitif.

Baca juga: Teka-teki Teror Api di Seyegan, Ingatkan Warga pada Kejadian Ganjil Gunungkidul 2015

Gas tersebut tidak memerlukan pemantik api langsung untuk terbakar, melainkan dapat menyala akibat terpicu listrik statis di sekitar lokasi. 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved