Polisi Ungkap Peran Pelaku Pembacokan Geng Pelajar di Yogyakarta

Polisi mengungkap peran enam pelaku pembacokan anggota geng pelajar di Yogyakarta. Tiga pelaku ditangkap di Cilacap, sementara tiga lainnya masih DPO.

Tayang:
Penulis: IWE | Editor: Iwan Al Khasni
Tribun Jogja/Miftahul Huda
PELAKU TERTANGKAP: Foto pelaku anggota geng pelajar Jogja yang tertangkap 

 

Ringkasan Berita:Polisi mengungkap peran enam pelaku pembacokan anggota geng pelajar di Yogyakarta. Tiga pelaku ditangkap di Cilacap, sementara tiga lainnya masih DPO. Korban AA (17) tewas akibat luka parah di dada.

 

Tribunjogja.com Yogyakarta -- Polresta Yogyakarta berhasil mengungkap peran para pelaku pembacokan terhadap anggota geng pelajar berinisial AA (17) di Jalan Yos Sudarso, Kotabaru, Gondokusuman, Kota Yogyakarta

Total pelaku berjumlah enam orang. Tiga di antaranya berhasil diamankan, sementara sisanya masih berstatus DPO.

Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Eva Guna Pandia, menyebut tiga pelaku ditangkap di sebuah rumah di Kecamatan Cilacap Selatan, Kabupaten Cilacap, pada Rabu (20/5/2026).

Identitas dan Peran Pelaku

L alias Lupek (18), warga Gondokusuman, berperan sebagai Fighter sekaligus Eksekutor. Ia melakukan kekerasan langsung kepada korban dengan senjata tajam.

MY alias Ucup (18), pelajar asal Mlati, Sleman, berperan sebagai Fighter yang siap menyerang korban. Saat kejadian, ia membonceng sepeda motor Honda Scoopy yang dikendarai FRL (DPO).

FHM alias Fahmek (17), pelajar asal Ngemplak, Sleman, berperan sebagai joki.

Ketiga pelaku ini merupakan bagian dari geng Vozter yang terlibat dalam aksi pembacokan.

Kronologi Kejadian

Pada Minggu (17/5/2026) sekitar pukul 03.00 WIB, korban AA bersama temannya berboncengan sepeda motor dari Mrican menuju Jalan Magelang. Mereka mencari keberadaan geng lawan setelah sebelumnya janjian untuk tawuran.

Korban merupakan anggota geng pelajar Trah Gendheng, sementara pelaku berasal dari geng Vozter. 

Merasa wilayahnya terusik, geng Vozter berkeliling menggunakan tiga sepeda motor matic.

Saat berpapasan di Simpang Tiga Borobudur Plaza, terjadi interaksi verbal antara korban dan pelaku. 

Korban menjawab dengan kata-kata seperti “Kepo” dan “Ora sekolah.” 

Hal ini memicu pelaku untuk mengejar korban hingga ke Jalan Abu Bakar Ali.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved