Rumah Pahlawan Nasional Prof dr Sardjito di Jogja Dijual, Ahli Waris Berharap Dibeli UGM
Ahli waris Rektor pertama UGM, Prof dr Sardjito memutuskan untuk menjual rumah peninggalan yang berada di Jalan Cik Di Tiro Nomor 16
Penulis: HAS | Editor: Hari Susmayanti
Budhi sudah dipercaya mengelola rumah tersebut sejak tahun 1980. Ia tinggal di rumah itu untuk menemani Soeko Emmi.
"Bu Sardjito punya anak putra tunggal, Pak Pek Poedjioetomo. Ketika itu ke luar negeri dan sebagainya, sini kosong. Akhirnya saya diberi tugas suruh menemani Ibu Sardjito. Waktu itu saya usianya 24 tahun mungkin," katanya saat ditemui, Rabu (13/5/2026).
Tidak hanya menemani kakaknya, Budhi juga turut merawat warisan obat tradisional yang diracik oleh dr.Sardjito.
Ia juga yang akhirnya mendirikan PT Perusahaan Jamu Tradisional dr. Sardjito.
Mengelola bisnis dari nol juga tidak mudah. Ia sempat merasakan masa kejayaan pada tahun 2005. Kala itu karyawan bisa mencapai 43 orang. Namun seiring berjalannya waktu, hanya tersisa sekitar 14 orang.
Sudah sekitar 46 tahun ia merawat rumah peninggalan dr.Sardjito. Usianya pun sudah 70 puluh tahun. Setelah putra tunggal dr.Sardjito wafat, hak waris jatuh pada cucunya Alita Poedjioetomo dan Dyani Poedjioetomo.
"Saya juga sudah 70 tahun, sudah masuk generasi ketiga dan keempat, sudah sampai ke cicit. Saya merasa sudah tua. Kalau yang namanya warisan, nanti suatu saat menjadi masalah. Ahli waris juga tidak bisa merawat, di Jakarta," terangnya.
Ia menawarkan rumah peninggalan dr.Sardjito tersebut kepada beberapa pihak, seperti UGM, UII, hingga Wali Kota Yogyakarta.
Alasannya, ia ingin spirit dr.Sardjito bisa terus terjaga. Selain itu, rumah tersebut cukup memiliki sejarah. Beberapa tokoh nasional pun pernah singgah di rumah tersebut.
Rumah tersebut pun bisa difungsikan kembali sebagai rumah dinas rektor, museum, atau rumah pelayanan sosial seperti puskesmas, selaras dengan nilai dr.Sardjito.
"Pak Karno, Sri Sultan Hamengku Buwono, Pak Hatta, termasuk ayahnya Bapak Prabowo yang sekarang Presiden per ke sini," ujarnya.
Bangunan rumah itu masih asli, termasuk interior di dalamnya. Bahkan ada sekitar lima lemari yang sampai sekarang belum pernah dibuka.
"Asli ya kira-kira masih 60 persen, nggak pernah diubah, hanya yang belakang. Meja-meja yang kayu itu asli. Ada sekitar lima lemari yang belum pernah dibuka, saya nggak berani," lanjutnya.
Pihaknya berharap agar rumah bersejarah tersebut jatuh ke tangan institusi yang bisa menjaga nilai sejarahnya, seperti UGM atau Universitas Islam Indonesia (UII).
Ia membayangkan rumah tersebut bisa difungsikan kembali sebagai rumah dinas rektor, museum, atau fasilitas pelayanan masyarakat seperti Puskesmas.
| UGR Tol Yogyakarta-YIA Cair, Godaan Sales Datang Bertubi-tubi |
|
|---|
| Tepergok Chattingan dengan Pria Lain, Istri Kalap 2X Sayat Suami Pakai Pisau, Upaya Kabur Gagal |
|
|---|
| Puluhan Warga Garongan Mengaku Juga Ditarik Uang oleh Lurah, Mengadu ke Bupati Kulon Progo |
|
|---|
| Ramai Diserbu Sales, Warga Pengasih Kulon Progo Diimbau Gunakan UGR Tol Yogyakarta-YIA Secara Bijak |
|
|---|
| Libur Panjang di Jogja? HeHa Forest Hadirkan 'Summerest', Camping Mewah Mulai Rp200 Ribuan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Rumah-Pahlawan-Nasional-Prof-dr-Sardjito-di-Jogja-Dijual-Ahli-Waris-Berharap-Dibeli-UGM.jpg)