"Dari awal bulan kemarin sampai sekarang sih, trennya agak naik. Dari Rp11.500-an per kilogram sekarang menjadi Rp11.740 per kilogram," kata Kepala DKUKMPP Bantul, Prapta Nugraha, Minggu (10/5/2026).
Kenaikan harga jual kedelai impor dimungkinkan terjadi diduga dari pengaruh geopolitik dan melemahnya nilai rupiah. Sedangkan, hampir 90-an persen kedelai yang dijual di Bantul merupakan kedelai impor.
Kedelai itu kerap digunakan untuk pembuatan produk tempe maupun tahu. Walau harga naik, Prapta mengimbau kepada masyarakat untuk tidak panic buying sebab stok kedelai mampu memenuhi permintaan pasar.
"Stoknya ada, cuma ya harapannya produsen tempe maupun kedelai bisa menyiasati dengan efisiensi produksi atau manajemen efisiensi. Jadi, diharapkan tidak menaikkan harga jual tempe, tahu, maupun produk berbahan kedelai," harapnya.(nei)