Apa yang Menyebabkan Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar Bisa Naik Turun?

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) merupakan salah satu indikator penting dalam perekonomian Indonesia. 

|
Tribunjogja.com / Ardhike Indah
ILUSTRASI DOLAR: Rupiah Tertekan, Nyaris Tembus 17.000 per Dolar AS 

TRIBUNJOGJA.COM - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) merupakan salah satu indikator penting dalam perekonomian Indonesia. 

Fluktuasi nilai tukar ini tidak hanya menjadi perhatian para pelaku pasar keuangan, tetapi juga berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat, mulai dari harga barang impor hingga biaya pendidikan di luar negeri. 

Lantas, apa sebenarnya yang menyebabkan nilai tukar rupiah bisa naik turun?

1. Permintaan dan Penawaran Valuta Asing

Seperti halnya harga barang di pasar, nilai tukar juga dipengaruhi oleh hukum permintaan dan penawaran.

Ketika permintaan terhadap dolar meningkat, misalnya karena banyaknya impor, pembayaran utang luar negeri, atau investasi ke luar negeri, maka nilai dolar cenderung menguat, sementara rupiah melemah. 

Sebaliknya, jika aliran dolar masuk lebih besar, seperti dari ekspor, investasi asing, atau pariwisata, maka rupiah cenderung menguat.

2. Kondisi Ekonomi Domestik

Faktor fundamental seperti inflasi, pertumbuhan ekonomi, suku bunga, dan defisit anggaran berperan penting dalam menentukan nilai tukar. 

Jika ekonomi Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang kuat dan inflasi yang terkendali, investor asing akan lebih percaya diri untuk menanamkan modalnya, yang berdampak positif terhadap nilai tukar rupiah. 

Sebaliknya, ketidakstabilan ekonomi akan menurunkan kepercayaan dan mendorong pelarian modal.

3. Kebijakan Bank Sentral

Bank Indonesia (BI) memiliki peran krusial dalam menjaga stabilitas nilai tukar melalui berbagai kebijakan moneter. Salah satu instrumen utama adalah pengaturan suku bunga acuan.

Jika BI menaikkan suku bunga, investasi dalam aset rupiah menjadi lebih menarik, sehingga menarik aliran modal asing dan menguatkan rupiah. Intervensi langsung di pasar valuta asing juga dilakukan untuk meredam gejolak nilai tukar.

4. Perkembangan Ekonomi Global

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved