Apa yang Menyebabkan Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar Bisa Naik Turun?

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) merupakan salah satu indikator penting dalam perekonomian Indonesia. 

|
Tribunjogja.com / Ardhike Indah
ILUSTRASI DOLAR: Rupiah Tertekan, Nyaris Tembus 17.000 per Dolar AS 

Kondisi ekonomi di negara lain, terutama Amerika Serikat, juga sangat mempengaruhi nilai tukar rupiah. Ketika The Federal Reserve (bank sentral AS) menaikkan suku bunga, investor global cenderung menarik dana dari negara berkembang termasuk Indonesia untuk kembali berinvestasi di AS, yang memperkuat dolar dan melemahkan mata uang lainnya. 

Krisis global, harga komoditas dunia, dan perang dagang juga ikut memicu volatilitas nilai tukar.

5. Faktor Non-Ekonomi

Sentimen pasar yang dipicu oleh faktor politik, ketegangan geopolitik, atau bencana alam bisa memberikan tekanan tambahan terhadap nilai tukar.

Misalnya, ketidakpastian politik menjelang pemilu atau konflik regional dapat membuat investor bersikap hati-hati dan mengalihkan dananya ke aset yang dianggap lebih aman, seperti dolar.

Kesimpulan

Fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar adalah hasil dari interaksi kompleks berbagai faktor, baik domestik maupun global.

Meskipun sebagian besar faktor tersebut berada di luar kendali individu, pemahaman terhadap penyebab pergerakan nilai tukar dapat membantu masyarakat, pelaku usaha, dan pemerintah dalam mengambil keputusan ekonomi yang lebih bijak.

 

( Tribunjogja.com / Bunga Kartikasari )

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved