Apa yang Menyebabkan Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar Bisa Naik Turun?
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) merupakan salah satu indikator penting dalam perekonomian Indonesia.
Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Bunga Kartikasari
Kondisi ekonomi di negara lain, terutama Amerika Serikat, juga sangat mempengaruhi nilai tukar rupiah. Ketika The Federal Reserve (bank sentral AS) menaikkan suku bunga, investor global cenderung menarik dana dari negara berkembang termasuk Indonesia untuk kembali berinvestasi di AS, yang memperkuat dolar dan melemahkan mata uang lainnya.
Krisis global, harga komoditas dunia, dan perang dagang juga ikut memicu volatilitas nilai tukar.
5. Faktor Non-Ekonomi
Sentimen pasar yang dipicu oleh faktor politik, ketegangan geopolitik, atau bencana alam bisa memberikan tekanan tambahan terhadap nilai tukar.
Misalnya, ketidakpastian politik menjelang pemilu atau konflik regional dapat membuat investor bersikap hati-hati dan mengalihkan dananya ke aset yang dianggap lebih aman, seperti dolar.
Kesimpulan
Fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar adalah hasil dari interaksi kompleks berbagai faktor, baik domestik maupun global.
Meskipun sebagian besar faktor tersebut berada di luar kendali individu, pemahaman terhadap penyebab pergerakan nilai tukar dapat membantu masyarakat, pelaku usaha, dan pemerintah dalam mengambil keputusan ekonomi yang lebih bijak.
( Tribunjogja.com / Bunga Kartikasari )
| Lewat Program ‘Pindar Mengajar’, AFPI Gencarkan Literasi Keuangan Digital di Yogyakarta |
|
|---|
| Pelemahan Rupiah Pukul Manufaktur DIY, Disperindag Maksimalkan Peluang Ekspor IKM |
|
|---|
| Dosen FEB UGM Sebut Pelemahan Rupiah Masih Bersifat Jangka Pendek, Namun Perlu Mitigasi Serius |
|
|---|
| IPK Indonesia DIY Lakukan Pendampingan Psikologis Kasus Dugaan Kekerasan Anak di Daycare Yogyakarta |
|
|---|
| Mimpi yang Terwujud dari Ketekunan Menabung Bertemu dengan Subsidi Dana Manfaat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Rupiah-Tertekan-Nyaris-Tembus-17000-per-Dolar-AS.jpg)