Kurs Rupiah Anjlok, Pemkab Bantul Imbau Warga Tak Panic Buying
Komoditas kedelai masih menjadi perhatian. Sebab, beberapa waktu lalu perlahan-lahan meningkat
Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Yoseph Hary W
Ringkasan Berita:
- Pemkab Bantul memantau harga bahan pokok setelah rupiah melemah ke Rp17.500 per dolar AS.
- Komoditas lokal seperti beras dan bawang merah aman, namun kedelai impor dan plastik mengalami kenaikan harga.
- Warga diimbau tidak panic buying, sementara Pemkab rutin menggelar pasar murah untuk menjaga keterjangkauan harga.
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul akan memantau pergerakan harga jual beli produk maupun kebutuhan bahan pokok usai nilai tukar rupiah melemah yakni Rp17.500 per dolar Amerika Serikat (AS).
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Bantul, Fenty Yusdayati, menyebut, sejauh ini beberapa produk komoditas terutama beras masih berasal dari petani lokal. Apalagi, hasil pertanian padi berupa beras di Bantul memiliki nilai surplus.
"Selain beras, ada bawang merah. Itu kita cukup, tidak ada impor. Cuma kadang yang perlu diperhatikan komoditas cabai dan minyak goreng. Cuma, DIY tidak masuk warning, jadi masih aman dan harga eceran tertinggi masih aman," ucapnya, kepada Tribunjogja.com, Rabu (13/5/2026).
Harga naik: kedelai dan plastik
Kendati begitu, untuk komoditas kedelai masih menjadi perhatian. Sebab, beberapa waktu lalu perlahan-lahan meningkat. Demikian pula dengan bahan plastik yang sempat naik, dikarenakan dampak perang Timur Tengah.
Di sisi lain, selama ini kedelai dan plastik menjadi produk atau bahan baku impor. Maka dari itu, masyarakat Bumi Projotamansari diimbau untuk bijak berbelanja dan tidak perlu panic buying.
"Masyarakat jangan panic buying. Masyarakat jangan takut dan tiba-tiba membeli banyak barang. Jangan lah. Karena beberapa produk kita masih surplus dan tidak semuanya itu impor," tutur Fenty.
Lebih lanjut, pihaknya juga kerap menggelar pasar murah untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat melalui penjualan produk dengan harga di bawah pasaran.
"Kemarin ada Pasar Murah yang kami gelar di Kapanewon Pandak. Itu kami gelar untuk mempermudah masyarakat dalam membeli kebutuhan dengan harga jual yang murah atau terjangkau," papar dia.
Monitoring pasar
Lebih lanjut, Fenty memastikan bahwa Pemkab Bantul akan selalu melakukan monitoring terhadap jual beli produk di pasaran.
Kendati begitu, anjloknya nilai tukar rupiah ke dolar AS juga dikhawatirkan berdampak pada pengusaha di Bumi Projotamansari.
Walau begitu, ia meyakini para pengusaha di Bantul tetap dapat berkarya secara maksimal.
"Pengrajin kita tetap bekarya. Karena apapun nanti perkembangan perjalanan ekspor, perajin di Bantul tetap berusaha menjual produk mereka dengan menyesuaikan volume kebutuhan," papar dia.
Sementara itu, berdasarkan pantauan harga bahan pokok Kabupaten Bantul, produk kedelai impor pada hari ini cenderung stabil yakni rata-rata Rp11.740 per kilogram.
Demikian pula dengan produk jual tahu mentah putih yang berada di kisaran Rp11.200 per kilogram dan tempe Rp12.800 per kilogram
Diberitakan sebelumnya, Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Kabupaten Bantul mencatat harga jual kedelai impor mengalami kenaikan sejak beberapa waktu terakhir.
"Dari awal bulan kemarin sampai sekarang sih, trennya agak naik. Dari Rp11.500-an per kilogram sekarang menjadi Rp11.740 per kilogram," kata Kepala DKUKMPP Bantul, Prapta Nugraha, Minggu (10/5/2026).
Kenaikan harga jual kedelai impor dimungkinkan terjadi diduga dari pengaruh geopolitik dan melemahnya nilai rupiah. Sedangkan, hampir 90-an persen kedelai yang dijual di Bantul merupakan kedelai impor.
Kedelai itu kerap digunakan untuk pembuatan produk tempe maupun tahu. Walau harga naik, Prapta mengimbau kepada masyarakat untuk tidak panic buying sebab stok kedelai mampu memenuhi permintaan pasar.
"Stoknya ada, cuma ya harapannya produsen tempe maupun kedelai bisa menyiasati dengan efisiensi produksi atau manajemen efisiensi. Jadi, diharapkan tidak menaikkan harga jual tempe, tahu, maupun produk berbahan kedelai," harapnya.(nei)
Nilai Tukar Rupiah
| Efek Domino Pelemahan Rupiah: Dari Kenaikan Biaya Produksi hingga Risiko Harga Pangan Melambung |
|
|---|
| Prediksi Rupiah 19 November 2025: Potensi Melemah di Rp16.750–Rp16.770 per Dolar AS |
|
|---|
| Apa yang Menyebabkan Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar Bisa Naik Turun? |
|
|---|
| Rupiah Akhirnya Menguat Hari Ini |
|
|---|
| Penguatan Mata Uang Asia Terhadap Dolar AS: Yen Jepang, Pesso Filipina, Dolar Taiwan dan Singapura |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Kurs-Rupiah-Anjlok-Pemkab-Bantul-Imbau-Warga-Tak-Panic-Buying.jpg)