Berita Bantul
Kasus KDRT di Parangtritis, Istri Nekat Iris Leher Suami di Losmen
Seorang perempuan berinisial AF (26) nekat mengiris leher suaminya S (35) di sebuah losmen Parangtritis, Bantul. Polisi berhasil menangkap pelaku dan
Penulis: IWE | Editor: Iwan Al Khasni
Ringkasan Berita:Seorang perempuan berinisial AF (26) nekat mengiris leher suaminya S (35) di sebuah losmen Parangtritis, Bantul. Polisi berhasil menangkap pelaku dan kasus ini masuk kategori KDRT.
Tribunjogja.com Bantul - Seorang perempuan berinisial AF (26) ditangkap polisi setelah melakukan tindakan nekat terhadap suaminya, S (35).
Peristiwa mengejutkan ini terjadi di sebuah losmen bernama Mancingan XI, Kalurahan Parangtritis, Kecamatan Kretek, Bantul, pada Sabtu (9/5/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
Menurut keterangan Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, kejadian bermula ketika korban beristirahat bersama anaknya setelah berwisata di Pantai Parangtritis.
Saat korban tertidur, pelaku mendekat, memeluk, dan meminta maaf. Namun, secara tiba-tiba AF mengiris leher suaminya dengan pisau hingga mengeluarkan darah.
Upaya Penyelamatan
Korban berteriak meminta pertolongan, sehingga warga sekitar segera datang membantu.
AF sendiri langsung meninggalkan lokasi bersama anaknya, sementara pisau yang digunakan ditinggalkan di kamar losmen.
Korban kemudian dilarikan ke RS Panembahan Senopati Bantul untuk mendapatkan perawatan intensif.
Penangkapan Pelaku
Setelah korban melaporkan kejadian ke Polsek Kretek, polisi segera melakukan penyelidikan. Pada malam harinya sekitar pukul 21.00 WIB, Tim Unit Reskrim Polsek Kretek berhasil mengamankan AF.
Meski lokasi penangkapan tidak dijelaskan, pelaku langsung dibawa ke Polsek Kretek untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Status Hukum
Kasus ini dikategorikan sebagai Tindak Pidana Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) sesuai Pasal 44 ayat (2) UU RI Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga.
Hingga kini, polisi masih mendalami motif pelaku melakukan aksi tersebut.
Pasal 44 ayat (2) UU RI Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga menyatakan bahwa pelaku KDRT yang mengakibatkan korban mengalami luka berat atau jatuh sakit dapat dipidana penjara paling lama 10 tahun atau denda hingga Rp30 juta.
Ketentuan ini menjadi dasar hukum penting dalam penanganan kasus KDRT di Indonesia.
Isi Pasal 44 UU No. 23 Tahun 2004
Undang-Undang ini mengatur sanksi pidana bagi pelaku KDRT sesuai tingkat akibat yang ditimbulkan:
- Pasal 44 ayat (1) Pelaku KDRT yang menyebabkan korban sakit atau luka ringan dipidana penjara paling lama 5 tahun atau denda paling banyak Rp15 juta.
- Pasal 44 ayat (2) Jika perbuatan mengakibatkan korban luka berat atau jatuh sakit, pelaku dipidana penjara paling lama 10 tahun atau denda paling banyak Rp30 juta.
- Pasal 44 ayat (3) Jika perbuatan mengakibatkan korban meninggal dunia, pelaku dipidana penjara paling lama 15 tahun atau denda paling banyak Rp45 juta.
- Pasal 44 ayat (4) Tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1), (2), dan (3) merupakan delik aduan, artinya proses hukum dilakukan jika ada laporan dari korban.
Pasal 44 ayat (2) UU No. 23 Tahun 2004 memberikan landasan hukum tegas bagi aparat penegak hukum untuk menindak pelaku KDRT yang menyebabkan luka berat.
Dengan ancaman pidana hingga 10 tahun penjara, aturan ini menegaskan komitmen negara dalam melindungi korban kekerasan rumah tangga. (Nei)
Baca juga: Belasan Warga di Pengasih Kulon Progo Dilaporkan Keracunan, Diduga Akibat Nasi Kenduri
| Alasan Pemkab Bantul Tidak Prioritaskan WFA bagi ASN |
|
|---|
| Cerita Kebakaran Gudang Kayu Bantul, Oven dan Kayu Munggur Ludes |
|
|---|
| Jalan Rusak di Sindet Bantul Jadi Sorotan, Begini Langkah DPUPKP Bantul |
|
|---|
| Banjir di Bantul Sebabkan Gagal Panen Bawang Merah, 4.000 Hektare Lahan Terendam |
|
|---|
| Cuaca Ekstrem DIY: Bantul Catat 88 Titik Bencana, Gunung Merapi Muntah Dua Kali |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/mertua-vs-menantu-di-probolinggo-lapor-polisi-dengar-ukuran-alat-kelamin-penyebab-anaknya-meninggal.jpg)