KAI Daop 6 Yogyakarta Tutup 38 Perlintasan Liar Sejak Tahun 2023

PT KAI Daop 6 Yogyakarta menutup 38 perlintasan liar sejak 2023 hingga kini.

Tayang:
Tribun Jogja/Dok. KAI Daop 6 Yogyakarta
TUTUP PERLINTASAN LIAR - KAI Daop 6 Yogyakarta menutup perlintasan liar yang membahayakan keselamatan masyarakat. 

Ringkasan Berita:
  • Hingga kini, PT KAI Daop 6 Yogyakarta menutup 38 perlintasan liar sejak 2023.
  • Langkah itu dilakukan kaream membahayakan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan raya itu sendiri.
  • Menurut Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, penutupan perlintasan dilakukan secara bertahap. 

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - PT KAI Daop 6 Yogyakarta menutup 38 perlintasan liar sejak 2023 hingga kini.

Penutupan perlintasan liar ini dilakukan kaream membahayakan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan raya itu sendiri.

Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih mengatakan penutupan perlintasan dilakukan secara bertahap. 

Pada tahun 2023, pihaknya menutup 6 perlintasan, tahun 2024 sebanyak 14 perlintasan, tahun 2025 sebanyak 14 perlintasan, dan sampai Mei 2026 ini sebanyak 4 perlintasan telah ditutup.

"Sebanyak 38 perlintasan liar yang ditutup tersebut tersebar di wilayah Wonogiri 17 perlintasan, Solo 4 perlintasan, Wojo 4 perlintasan, Wates 3 perlintasan, Brambanan 2 perlintasan, Sumberlawang 2 perlintasan, Sragen 2 perlintasan, Yogyakarta 2 perlintasan, Klaten1 perlintasan, dan Palur 1 perlintasan," katanya, Kamis (7/5/2026).

Perlintasan liar tersebut ditutup kareana tidak memiliki pengamanan yang memadai dan berada di luar pengaturan resmi. 

Kondisi ini tentu menimbulkan potensi risiko bahaya bagi keselamatan perjalanan kereta api maupun keselamatan masyarakat. 

Saat ini, terdapat total 292 perlintasan sebidang di Daop 6 Yogyakarta, terdiri dari 97 perlintasan dijaga KAI, 29 perlintasan dijaga Pemda, 17 perlintasan dijaga pihak eksternal, 136 perlintasan tidak dijaga, dan 13 perlintasan liar. 

"Ke depannya, penanganan perlintasan akan dilakukan secara komprehensif, mulai dari penutupan perlintasan yang berisiko, peningkatan penjagaan dan pengawasan, hingga pemanfaatan teknologi," ujarnya.

Peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam menjaga keselamatan di perlintasan pun menjadi perhatian.

Hingga triwulan I 2026, Daop 6 telah melaksanakan pembinaan Petugas Penjaga Perlintasan (PJL) hingga angkatan ke-7.

Tidak hanya menyasar petugas PJL yang dikelola KAI tetapi juga para petugas di bawah pengelolaan Dinas Perhubungan di berbagai titik.

Konsisten monitoring dan evaluasi

Jajaran manajemen Daop 6 Yogyakarta juga secara konsisten melakukan monitoring dan evaluasi langsung ke lapangan melalui kegiatan Tilik Perlintasan Sebidang. 

Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan seluruh petugas menjalankan tugas sesuai prosedur, serta memberikan pembinaan secara langsung guna meningkatkan kinerja dan kesiapsiagaan di lapangan.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved