Pemda DIY Susun RKPD 2027, Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Hingga 7,5 Persen

Untuk mencapai target indikator kinerja utama, Pemda DIY telah memproyeksikan kerangka anggaran daerah.

Tribun Jogja/R.Hanif Suryo Nugroho
PAPARAN - Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, menyampaikan paparan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD DIY 2027 di Gedhong Pracimosono, Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Kamis (23/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Pemda DIY mematok target pertumbuhan ekonomi pada kisaran 6,3 persen hingga 7,5 persen pada tahun 2027.
  • Penyusunan RKPD DIY 2027 dirancang sebagai tahun konsolidasi capaian pembangunan periode Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2022-2027. 
  • Untuk memastikan anggaran efektif dan tepat sasaran, pembangunan DIY tahun 2027 akan difokuskan pada enam prioritas.

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) mematok target pertumbuhan ekonomi pada kisaran 6,3 persen hingga 7,5 persen pada tahun 2027.

Meski demikian, rencana akselerasi ekonomi ini dibayangi oleh potensi pembengkakan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, memaparkan bahwa penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) DIY 2027 dirancang sebagai tahun konsolidasi capaian pembangunan periode Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2022-2027. 

Selain target pertumbuhan ekonomi, Pemda DIY juga membidik tingkat pengangguran terbuka (TPT) turun ke angka 3,06 persen - 3,38 persen, dan angka kemiskinan ditekan hingga 8,5 persen - 9,5 persen.

Untuk mencapai target indikator kinerja utama tersebut, Pemda DIY telah memproyeksikan kerangka anggaran daerah.

Catatan Khusus

Namun, Ni Made memberikan catatan khusus mengenai tingginya usulan program yang berpotensi melebarkan jarak antara belanja dan pendapatan daerah.

"Belanja daerah DIY pada 2027 diproyeksikan sebesar Rp4.595.126.239.938 dengan pendapatan sebesar Rp4.464.751.239.938, sehingga defisit APBD diperkirakan sebesar 2,92 persen. Namun demikian, usulan yang saat ini berproses di SIPD sudah melebihi defisit di atas 5 persen. Oleh karenanya, pasca-Musrenbang ini perlu diskusi lebih lanjut, termasuk untuk memastikan pemenuhan Mandatory Spending sebagai amanat Undang-Undang No. 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintahan Daerah," kata Ni Made pada acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) DIY Tahun 2027 di Gedhong Pracimosono, Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Kamis (23/4/2026). 

Kehati-hatian dalam manajemen anggaran ini dinilai krusial mengingat DIY tengah menghadapi tantangan inflasi.

Tercatat, inflasi DIY pada Januari 2026 menyentuh angka 4,08 persen, yang berada sedikit di luar rentang target tahun 2026 yakni pada kisaran 2-4 persen.

Baca juga: Sri Sultan HB X Minta Pemerintah Pusat Dukung Sektor Unggulan dan Selaraskan Proyek Strategis di DIY

Enam Prioritas

Untuk memastikan anggaran efektif dan tepat sasaran, pembangunan DIY tahun 2027 akan difokuskan pada enam prioritas.

Keenam prioritas tersebut yakni :

  1. Penurunan tingkat kemiskinan
  2. Pengembangan kehidupan ekonomi layak
  3. Peningkatan kualitas SDM
  4. Penurunan ketimpangan kelas sosial dan wilayah
  5. Penguatan tata kelola pemerintahan yang baik
  6. Penciptaan lingkungan hidup yang lebih baik dan aman.

"Tahun 2027 merupakan tahun konsolidasi capaian pembangunan DIY dalam periode RPJMD 2022-2027, sehingga prioritas pembangunan diarahkan tidak hanya untuk mempercepat pencapaian target kinerja daerah, tetapi juga untuk memperkuat fondasi pembangunan berkelanjutan pada periode perencanaan berikutnya," ujar Ni Made.

Pembangunan Selatan DIY Jadi Strategi Kunci 2027

Capaian makro Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menunjukkan tren positif dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 2025 yang mencapai 82,48 atau tertinggi kedua di Indonesia.

Namun, Pemda DIY mengakui bahwa masalah ketimpangan wilayah, kesejahteraan, dan indeks kebahagiaan masih menjadi pekerjaan rumah berat karena capaiannya belum sesuai target.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved