Tepis Stigma Negatif, Ini Instruksi Pemuda Pancasila DIY bagi Kader di Kursi Kepala Daerah

Ketua MPW Pemuda Pancasila DIY, Faried Jayen Soepardjan, memberikan instruksi kepada seluruh kadernya yang kini menduduki kursi pimpinan

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Joko Widiyarso
Tribun Jogja/AZKA RAMADAN
HALABIHALAL - Suasana agenda Halalbihalal keluarga besar MPW Pemuda Pancasila DIY di Yogyakarta, Minggu (19/4/26) malam. 

 

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila DIY, Faried Jayen Soepardjan, memberikan instruksi kepada seluruh kadernya yang kini menduduki kursi pimpinan daerah maupun legislatif di Yogyakarta

Para kader yang menjabat sebagai pejabat publik diminta untuk menanggalkan kepentingan pribadi dan fokus bekerja nyata demi kepentingan masyarakat.

​Hal tersebut ditegaskan Faried Jayen di sela agenda Halal Bihalal keluarga besar MPW Pemuda Pancasila DIY di Yogyakarta, Minggu (19/4/26) malam.

Dalam kesempatan itu, ia menekankan, bahwa jabatan yang diemban saat ini merupakan amanah dari warga masyarakat sebagai konstituen, yang tidak boleh dikhianati.

​"Kader-kader yang saat ini diamanahi jabatan publik, entah sebagai Bupati, Wakil Bupati, Wali Kota, Wakil Wali Kota maupun anggota dewan, agar amanah. Kader-kader ini harus dekat dengan rakyat dan bekerja nyata. Jangan sampai mengecewakan dan mengkhianati amanah dari masyarakat," tegasnya.

​Jayen menambahkan, pengabdian nyata dari para kader di pemerintahan menjadi bukti konkret untuk menepis stigma negatif yang selama ini kerap dialamatkan kepada organisasi.

Menurutnya, dengan lebih dari 50 ribu anggota di DIY, kontribusi positif Pemuda Pancasila terhadap pembangunan daerah adalah harga mati.

​"Inilah organisasi. Kita minta doanya. Kami ini sebetulnya ormas yang tulus. Banyak anggota kami berjuang dengan tulus tapi dianggap tukang kisruh. Mari, kita tunjukkan bahwa Pemuda Pancasila itu bermanfaat bagi masyarakat," ungkapnya.

​Turut hadir dalam acara tersebut, Ketua MPO Pemuda Pancasila DIY, sekaligus Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, serta senator DPD RI, Gus Hilmy.

Hasto Wardoyo dalam paparannya memberikan apresiasi terhadap kepemimpinan Faried Jayen yang dinilai mampu mengonsolidasikan kader dengan jujur dan terbuka.

​Hasto juga membedah tantangan nyata yang dihadapi Kota Yogyakarta, yakni fenomena aging population (penduduk menua) dan tingginya angka harapan hidup yang memicu munculnya sandwich generation.

Dalam kondisi tersebut, ia mengungkapkan, peran Pemuda Pancasila untuk ikut serta menjaga kondusivitas wilayah menjadi sangat vital.

​"Pemuda Pancasila meski kadang-kadang terlihat nakal, serta citranya sedikit terganggu, tapi mereka punya andil dan peran signifikan ikut berkontribusi menciptakan ketenteraman dan ketertiban wilayah," pesannya. 

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved