Harga Aspal Melambung Hingga 20 Persen, Proyek Perbaikan Jalan di Kota Yogyakarta Tertunda
Lonjakan harga aspal mulai berdampak langsung pada deretan agenda pembangunan infrastruktur di wilayah Kota Yogyakarta.
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Joko Widiyarso
Ringkasan Berita:
- DPUPKP Kota Yogyakarta terpaksa menunda sejumlah tender proyek perbaikan jalan akibat fluktuasi harga bahan baku yang cukup tajam.
- Menurut Kepala Bidang Jalan dan Jembatan DPUPKP Kota Yogyakarta, Hasri Nilam Baswari, kenaikan harga aspal mencapai kisaran 20 persen dalam satu bulan terakhir.
- Dari rilis resmi, harga aspal curah pada Maret 2026 berada di angka Rp9.400 per kilogram, namun melesat menjadi Rp11.565 per kilogram per April ini.
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Lonjakan harga aspal mulai berdampak langsung pada deretan agenda pembangunan infrastruktur di wilayah Kota Yogyakarta.
Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogyakarta terpaksa menunda sejumlah tender proyek perbaikan jalan akibat fluktuasi harga bahan baku yang cukup tajam.
Kepala Bidang Jalan dan Jembatan DPUPKP Kota Yogyakarta, Hasri Nilam Baswari, mengatakan, kenaikan harga aspal mencapai kisaran 20 persen dalam satu bulan terakhir.
Berdasarkan rilis resmi, harga aspal curah pada Maret 2026 berada di angka Rp9.400 per kilogram, namun melesat menjadi Rp11.565 per kilogram per April ini.
"Kenaikannya lumayan, sekitar Rp2.100 untuk aspal curah. Sementara untuk aspal drum, dari Rp11.600 naik menjadi Rp13.600 per kilogram. Ini tentu berdampak pada pekerjaan pemeliharaan berkala jalan yang harus kami hold (tunda) dulu," ujarnya, Senin (20/4/26).
Nilam mengungkapkan, pihaknya memilih untuk menunda keberlangsungan proses lelang, guna menghindari risiko gagal kontrak di tengah jalan.
Salah satu proyek yang terdampak langsung adalah peningkatan jalan di kawasan Nyi Wiji Adhisoro, Kemantren Kotagede, dengan pagu anggaran Rp1,7 miliar untuk penanganan ruas sepanjang 800 meter.
"Harusnya Maret atau April ini sudah tender. Tapi karena ada kenaikan harga, kami tunggu angka finalnya dulu baru ditenderkan. Kami tidak mau nanti penyedia jasa kesulitan mengerjakan karena harga sudah telanjur naik tinggi setelah kontrak," jelasnya.
Selain harga aspal, Nilam memaparkan, bahwa biaya produksi di tingkat penyedia jasa ikut terbebani oleh kenaikan harga solar industri, serta agregat atau batu pecah.
Penyesuaian volume pengerjaan
Untuk menyiasati keterbatasan anggaran yang sudah ditetapkan, Dinas PUPKP Kota Yogyakarta bakal melakukan penyesuaian volume pengerjaan di lapangan.
"Kemungkinan besar akan ada pengurangan volume. Misalnya yang semula direncanakan bisa satu kilometer, mungkin hanya bisa dikerjakan 800 meter saja. Kita sesuaikan dengan ketersediaan anggaran yang ada," terangnya.
Meski ada penundaan dan penyesuaian, Nilam memastikan pemeliharaan rutin untuk lubang-lubang jalan tetap berjalan, walaupun dengan skala prioritas.
Jalan-jalan protokol atau jalur utama dengan volume lalu lintas cenderung tinggi tetap menjadi fokus utama demi keselamatan pengguna jalan.
Namun, ia juga memohon pengertian dari warga masyarakat jika perbaikan di jalan-jalan lingkungan atau permukiman mengalami sedikit keterlambatan.
"Kami tetap usahakan maksimal dengan skala prioritas. Untuk jalan kampung mungkin sedikit bersabar dulu, karena fokus utama kami adalah jalur protokol yang menyangkut aspek keselamatan publik," pungkasnya.
| Habis Pesta Terbitlah Petaka |
|
|---|
| Tragedi Terra Drone, Dirut Dituntut 2 Tahun Penjara Atas Tewasnya 22 Karyawan |
|
|---|
| Batu Besar Timpa Dua Turis Singapura yang jadi Korban Erupsi Gunung Dukono |
|
|---|
| Aktivitas Gunung Merapi Senin 11 Mei 2026 Pagi Ini: Teramati 7 Kali Guguran Lava Sejauh 2000 Meter |
|
|---|
| Lokasi dan Jadwal Samsat Keliling di Jogja Hari Ini, Senin 11 Mei 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Kondisi-Jalan-Kusumanegara-Kota-Yogyakarta-yang-ambles-di-beberapa-titik-Senin-23226.jpg)