Harga BBM Nonsubsidi Naik, Dua SPBU di Sleman Cenderung Lengang
Aktivitas pengisian bahan bakar di dua SPBU di Sleman berlangsung seperti hari-hari biasa, bahkan cenderung lengang, Minggu (19/4/2026)
Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi memicu beragam respons dari masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Penyesuaian harga yang dilakukan oleh PT Pertamina (Persero) terhadap sejumlah produk seperti Pertamax Turbo 98, Dexlite, dan Pertamina Dex membuat sebagian warga mulai mengatur ulang pengeluaran, khususnya untuk konsumsi bahan bakar.
Meski demikian, kenaikan ini tidak serta-merta mengubah kebiasaan pengendara.
Mayoritas tetap menggunakan BBM sesuai kebutuhan kendaraannya dan tidak beralih ke jenis dengan oktan lebih rendah seperti Pertamax 92 atau Pertalite, yang harganya tidak mengalami kenaikan.
Lengang
Pantauan Tribun Jogja Minggu (19/4/2026) siang di dua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di ruas Jalan Yogyakarta-Wates, tepatnya di Ambarketawang dan Balecatur, Gamping, Sleman, menunjukkan kondisi yang relatif normal.
Tidak terlihat antrean panjang usai kenaikan harga BBM nonsubsidi.
Aktivitas pengisian bahan bakar berlangsung seperti hari-hari biasa, bahkan cenderung lengang.
Di SPBU Balecatur, Pertamax Turbo 98 diketahui belum tersedia.
Sementara itu, untuk Pertamax 92 dijual seharga Rp12.300 per liter.
Adapun Pertalite Rp10.000 per liter, dan Pertamina Dex Rp23.900 per liter.
Untuk di SPBU Ambarketawang, Pertamax Turbo 98 terpantau dijual Rp19.400 per liter.
Seorang pengendara, Firman Abdullah (39), mengaku tidak terlalu terdampak oleh kenaikan harga BBM nonsubsidi karena selama ini menggunakan Pertalite.
Ia biasanya mengisi bahan bakar setiap tiga hari sekali dengan nominal sekitar Rp25 ribu.
“Saya pakai Pertalite. Biasanya isi tiga hari sekali, sekitar Rp25 ribu,” ujarnya, Minggu (19/4/2026).
Baca juga: Terhimpit Upah Murah dan Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi, Kondisi Buruh di Jogja Dinilai Kian Rentan
Firman juga menilai kebijakan kenaikan harga BBM nonsubsidi sudah tepat karena tidak memberatkan masyarakat berpenghasilan rendah.
| Tim Taekwondo SD Pedagogia Berjaya di Sleman Battle Arena 2026 |
|
|---|
| Terhimpit Upah Murah dan Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi, Kondisi Buruh di Jogja Dinilai Kian Rentan |
|
|---|
| Harga BBM Nonsubsidi Melonjak, Konsumen di Sleman Mulai Atur Strategi |
|
|---|
| PSS Sleman Wajib Menang Lawan Persiku, Siap Kudeta Persipura di Puncak Klasemen Grup Timur |
|
|---|
| Harga Diesel Nonsubsidi Melambung, Keunggulan Ekonomis Kendaraan SUV Menguap |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/20261904-SPBU-di-Balecatur-Sleman.jpg)