Warga Serbu Bantuan Pangan dari Bapanas di Tiap Kalurahan di Kulon Progo
Lasiyem bersyukur karena bisa mendapatkan bantuan bahan pokok. Apalagi harga minyak goreng dan beras saat ini sedang tinggi
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Yoseph Hary W
Ringkasan Berita:
- Kulon Progo menjadi sasaran penyaluran bantuan pangan Bapanas yang dimulai sejak 14 April 2026.
- Warga memadati Kantor Kalurahan, di antaranya di Giripeni, untuk mengambil bantuan beras dan minyak goreng.
- Penerima bantuan mengantre sejak pagi dan merasa terbantu karena harga bahan pokok tinggi.
- Jumlah penerima di Giripeni meningkat hampir dua kali lipat, sehingga penyaluran dijaga ketat oleh petugas.
TRIBUNJOGJA COM, KULON PROGO - Kulon Progo menjadi salah satu sasaran penyaluran bantuan pangan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas). Penyaluran bantuan ke warga penerima dilakukan di tiap kalurahan sejak Senin (14/04/2026).
Penyaluran salah satunya dilakukan di Kantor Kalurahan Giripeni, Kapanewon Wates pada Selasa (15/04/2026). Warga yang jadi penerima bantuan pun menyerbu kantor kalurahan untuk bisa mendapatkan bagiannya.
Antre sejak pagi
Salah satunya Lasiyem, yang rela mengantre sejak pagi agar bisa mendapatkan jatah bantuannya. Ia mendapat bantuan berupa beras dan minyak goreng secara cuma-cuma.
"Saya sangat bersyukur bisa mendapatkan bantuan ini," kata perempuan paruh baya ini.
Lasiyem bersyukur karena bisa mendapatkan bantuan bahan pokok. Apalagi harga minyak goreng dan beras saat ini sedang tinggi, yaitu Rp 16 ribu untuk seliter minyak goreng dan Rp 15 ribu untuk sekilogram beras.
Jika ditotal, bantuan yang diterimanya bernilai Rp 364 ribu. Itu sebabnya, ia berharap bantuan tersebut terus disalurkan sehingga ia bisa mendapatkannya kembali.
"Saya berharap bisa mendapat bantuan seperti ini lagi, apalagi saya tidak punya penghasilan tetap," ujar Lasiyem yang bekerja sebagai buruh tani ini.
Dukungan APBN
Koordinator Penyaluran dari Badan Urusan Logistik (BULOG), Muhammad Jafar menjelaskan penyaluran bantuan pangan mengandalkan dukungan dari APBN. Penyaluran dilakukan pada puluhan ribu penerima di Kulon Progo.
Seperti di Giripeni, ada sebanyak 1.214 warga yang menjadi penerima bantuan. Masing-masing warga penerima mendapatkan 20 kilogram (kg) beras dan 4 liter minyak goreng.
"Kami berharap warga penerima memanfaatkan bantuan yang diberikan secara bijak," kata Jafar.
Lurah Giripeni, Iswanto Adi mengatakan bahwa jumlah penerima bantuan tahun ini meningkat hampir 2 kali lipat. Sebab di 2025 lalu, penerima bantuan hanya sekitar 600-an warga.
Naiknya jumlah penerima juga membuat Balai Kalurahan Giripeni jadi membludak. Sebelum datang, warga penerima sudah menerima undangan dari pihak kalurahan.
Adi mengatakan petugas keamanan sampai diterjunkan demi menjaga ketertiban proses penyaluran, berupa pendaftaran dan verifikasi. Termasuk menyediakan jalur khusus bagi warga penerima penyandang disabilitas.
"Antusiasme warga dalam menerima bantuan pangan ini tergolong tinggi," ungkapnya.(alx)
| Pemkab Kulon Progo Data Kepemilikan Medsos ASN, Perubahan Sistem Kinerja ke Digitalisasi Jadi Alasan |
|
|---|
| Kejar Target Oktober 2026, UMKM Kulon Progo Didorong Segera Miliki Sertifikat Halal |
|
|---|
| Musim Kemarau di DIY Diprediksi Lebih Lama karena El-Nino, Sebabkan Suhu Udara Tinggi |
|
|---|
| Tak Masuk APBD 2026, Pengadaan Tanah Relokasi SDN Kaliandong Nanggulan Kulon Progo Tertunda |
|
|---|
| Syawalan di Tengah Efisiensi, Pelaku UMKM di Kulon Progo Jadi Solusi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Warga-Serbu-Bantuan-Pangan-dari-Bapanas-di-Tiap-Kalurahan-di-Kulon-Progo.jpg)