Kampanye Save Soil, Global Darussalam Academy Gandeng Aktivis Internasional, Konstantin Zulske

GDA dan Kemala Taruna Bhayangkara mengkampanyekan Save Soil bersama aktivis lingkungan internasional, Konstantin Zulske

Tribun Jogja/IST
KAMPANYE - Global Darussalam Academy (GDA) dan Kemala Taruna Bhayangkara mengkampanyekan Save Soil bersama aktivis lingkungan internasional, Konstantin Zulske. 
Ringkasan Berita:
  • GDA dan Kemala Taruna Bhayangkara mengkampanyekan Save Soil bersama aktivis lingkungan internasional, Konstantin Zulske.
  • Menurut Founder GDA, Romahurmuziy, kampanye tersebut bukan sekadar gerakan, namun juga kepedulian GDA untuk masa depan umat manusia.
  • Selain itu, ia menyoroti soal laju konversi lahan sawah pertanian menjadi lahan non pertanian kurang lebih sekitar 90 ribu hingga 120 ribu hektar per tahun di Indonesia. 
 

 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Global Darussalam Academy (GDA) dan Kemala Taruna Bhayangkara mengkampanyekan Save Soil bersama aktivis lingkungan internasional, Konstantin Zulske.

Founder GDA, Romahurmuziy mengatakan kampanye tersebut bukan sekadar gerakan, namun juga kepedulian GDA untuk masa depan umat manusia.

Ia menyoroti soal laju konversi lahan sawah pertanian menjadi lahan non pertanian kurang lebih sekitar 90 ribu hingga 120 ribu hektar per tahun di Indonesia. 

Tak hanya itu, Indonesia mengalami laju deforestasi tersebar dalam sejarah pada tahun 2025, yakni hampir 500 ribu hektare.

“Kalau kita tidak melakukan penahanan, upaya konversi yang telah dilakukan pihak-pihak yang kurang bertanggung jawab ini, saya khawatir dengan masa depan ketahanan pangan kita,” katanya, Selasa (14/3/2026).

Di sisi lain, pihaknya juga mendorong pemerintah daerah untuk konsisten dalam menegakkan perlindungan lahan pertanian berkelanjutan.

“Sudah diimplementasikan dengan LSD (Lahan Sawah Dilindungi), saya mohon kepada seluruh pemerintah daerah untuk menegakkan LSD ini secara konsisten dan meng-SK-kan melalui peraturan daerah. Karena ibu penting untuk memastikan kontinuitas suplai bahan makanan kita. Ini sangat mendasar karena ketahanan pangan itu bagian dari ketahanan nasional yang paling utama,” terangnya.

Keterlibatan Konstantin Zulske, aktivis lingkungan asal Jerman momentum penting bagi siswa GDA dan KTB untuk belajar langsung dari sosok yang telah membawa misi lingkungan lintas negara.

Selama ini Konstantin terlibat dalam kampanye global Save Soil, yaitu gerakan internasional yang bertujuan meningkatkan kesadaran dunia terhadap krisis degradasi tanah.

“Semangat kolaborasi ini menjadi awal dari rangkaian kegiatan inspiratif dalam kampanye Save Soil di lingkungan sekolah. Kami juga berkomitmen pada gerakan ini. Sejak awal membentuk sekolah ini, tidak pernah merobohkan pohon. Kemudian siswa juga punya satu tanaman masing-masing, yang harus dirawat selama sekolah di sini,” imbuhnya. 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved