22 Tahun Mengabdi, Tagana Se-DIY Gelar Apel Siaga Bencana di Kulon Progo
Ia berpesan agar Tagana tak hanya hadir saat masa darurat, tetapi juga berperan aktif dalam edukasi mitigasi.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Yoseph Hary W
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Taruna Siaga Bencana (Tagana) se-DIY menggelar Apel Siaga Bencana di Lapangan Bukit Cubung, Kalurahan Jatirejo, Kapanewon Lendah, Kulon Progo, Kamis (09/04/2026). Kegiatan digelar untuk memperingati Hari Jadi Ke-22 Tagana se-DIY.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) DIY, Endang Patmintarsih menyampaikan Hari Jadi Ke-22 Tagana mengangkat tema "22 Tahun Mengabdi untuk Ketangguhan Negeri".
"Tema itu menitikberatkan pada pembangunan budaya sadar bencana sejak dini," kata Endang memberikan keterangannya.
Lahir dari gotong-royong
Ia menyampaikan bahwa Tagana lahir dari semangat gotong-royong. Terutama dari sebuah nilai luhur budaya Jawa "Saiyeg Saeko Proyo" yang berarti bersatu dalam tekad dan tindakan.
Menurut Endang, nilai luhur itu menjadi napas Tagana dalam setiap aksi penanggulangan bencana. Sebab diperlukan sinergi nurani antara pemerintah, masyarakat, dan relawan agar saling menjaga.
"Tagana juga perlu memegang prinsip 'Urip Iku Kudu Urup', yang bermakna hidup harus memberi manfaat bagi sesama, terutama saat-saat sulit pasca bencana," ujarnya.
Endang mengatakan saat ini terdapat 1.023 personel Tagana tersebar di seluruh DIY. Terbanyak di Kabupaten Gunungkidul sebanyak 299 personel, menyusul Kulon Progo dengan 217 personel, Bantul 194 personel, Sleman 185 personel, dan Kota Yogyakarta sebanyak 128 personel.
Soal darurat hingga edukasi mitigasi
Ia berpesan agar Tagana tak hanya hadir saat masa darurat, tetapi juga berperan aktif dalam edukasi mitigasi. Apalagi dengan tantangan kebencanaan yang semakin kompleks.
"Tagana harus terus bertransformasi tanpa kehilangan jati diri dan kearifan lokal," kata Endang.
Bupati Kulon Progo Agung Setyawan turut hadir dalam Apel Siaga Bencana tersebut. Ia berharap peringatan Hari Jadi Ke-22 Tagana jadi sarana untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, relawan, dunia usaha, dan masyarakat untuk mewujudkan budaya sadar bencana.
Ia turut menegaskan komitmennya untuk terus mendukung eksistensi Tagana. Seperti dengan penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia, serta penyediaan sarana dan prasarana yang memadai.
"Tagana adalah mitra strategis pemerintah dalam perlindungan sosial, maka kapasitas dan profesionalisme perlu terus ditingkatkan," jelas Agung.(alx)
| Pria Asal Kokap Kulon Progo Gondol 3 Ponsel Pelajar, Hendak Dijual untuk Bayar Seragam Sekolah Anak |
|
|---|
| Debarkasi Haji DIY, YIA Pastikan Alurnya Lancar dan Aman, Termasuk Cek Kesehatan |
|
|---|
| Cerita Harjuningsih Berangkat Haji Seorang Diri, Sempat Didampingi Jemaah Asing dan Dibelikan Makan |
|
|---|
| 357 Jemaah Haji Asal Kulon Progo jadi Rombongan Pertama Kembali dari Tanah Suci |
|
|---|
| Kabar Terbaru Kasus Dugaan Pungli Lurah Garongan Kulon Progo |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/apel-siaga-tagana-di-kulon-progo.jpg)