Harga Plastik Melambung

Harga Plastik Melejit, Pedagang di Pasar Beringharjo Ajak Pelanggan Bawa Tas Belanja Sendiri

Penggunaan tas belanja bukan sekadar urusan menekan biaya, tetapi juga soal kenyamanan dan kebersihan lingkungan dari timbulan sampah plastik.

Tayang: | Diperbarui:
Tribun Jogja/HANIF SURYO
HARGA NAIK - Ida Chabibah (kiri), pedagang sayuran di Pasar Beringharjo, Kota Yogyakarta, sedang melayani pembeli di kiosnya beberapa waktu lalu. Para pedagang sayur di Pasar Beringharjo, Kota Yogyakarta, kini harus memutar otak menghadapi kenaikan harga kantong plastik yang mencapai 100 persen pasca-Lebaran. 

Cabai rawit, misalnya, yang sempat menyentuh angka Rp110.000/kg saat puncak Lebaran, kini berada di level Rp75.000/kg. 

Meskipun sudah menurun, harga ini kembali menunjukkan tren kenaikan setelah sebelumnya sempat menyentuh Rp60.000/kg akibat intensitas hujan yang tinggi di wilayah produsen.

Kondisi serupa terjadi pada komoditas tomat yang saat ini dibanderol Rp22.000/kg.

Harga ini masih tergolong tinggi karena keterbatasan pasokan dari wilayah Bandung dan Muntilan yang terdampak cuaca. 

Di sisi lain, anomali harga justru terjadi pada komoditas selada.

Jika saat puncak Lebaran harganya berada di angka Rp20.000/kg, saat ini harganya justru melonjak hingga Rp25.000/kg.

Kenaikan sebesar 25 persen di atas harga puncak hari raya ini dipicu oleh kelangkaan stok yang terjadi dalam tiga hari terakhir, menjadikannya komoditas yang paling sulit didapat oleh pedagang maupun konsumen.

Berbeda dengan sayuran daun lainnya, bayam akar menjadi komoditas yang paling stabil dengan harga Rp5.000/ikat, turun dari harga puncak Lebaran sebesar Rp7.000/ikat.

Kelancaran pasokan dari wilayah penyangga lokal seperti Pleret Bantul menjadi faktor kunci yang menjaga ketersediaan stok di pasar tetap melimpah. 

Secara keseluruhan, meski tekanan permintaan Lebaran telah mereda, stabilitas harga di Beringharjo saat ini sangat bergantung pada kondisi cuaca di daerah pemasok dan kelancaran jalur distribusi logistik.

Ida menjelaskan bahwa untuk komoditas seperti bayam, harga mulai stabil karena pasokan dari wilayah lokal seperti Pleret dan Bantul kembali normal. 

"Habis Lebaran ini harga Rp5.000. Kemarin sempat Rp7.000 karena faktor cuaca, terus barangnya tidak ada. Terus didukung pas puasa banyak yang butuh, ya sudah naiklah harga. Tapi kalau bayam, kebutuhan pokok, semahal apa pun tetap dibeli," pungkasnya.

Hingga saat ini, aktivitas perdagangan di Pasar Beringharjo terpantau tetap ramai. Para pedagang berharap ketersediaan barang dari daerah sentral produksi tetap terjaga agar harga tidak kembali melonjak di tengah beban biaya operasional plastik yang masih tinggi. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved