Refleksi 80 Tahun Persandian, Forkomsanda DIY Waspadai Kejahatan Siber Penarikan Data
Forkomsanda menggelar upacara hari ulang tahun ke-80 persandian tanah air, pada Sabtu (4/4/2026).
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Forum Komunikasi Siber dan Sandi Daerah (Forkomsanda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar upacara hari ulang tahun ke-80 persandian tanah air, pada Sabtu (4/4/2026).
Upacara yang dilaksanakan di halaman Museum Sandi Yogyakarta menjadi momentum refleksi insan persandian untuk terus waspada terhadap ancaman serangan yang bersifat rahasia.
Peringatan persandian selalu dilaksanakan pada 4 April, dilatarbelakangi pada peristiwa 4 April 1946.
Ketika itu Menhan Amir Sjarifuddin memerintahkan dr Roebiono Kertopati mendirikan lembaga komunikasi rahasia negara untuk mempertahankan kemerdekaan.
Dari situlah lahir Dinas Kode atau cikal bakal berdirinya Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dibawah Kementerian Pertahanan.
Setiap detik BSSN bisa mengetahui adanya serangan siber baik itu upaya peretasan maupun pencurian data.
“Untuk kondisi di Jogja tidak akan lepas dari perkembangan teknologi, dinamika masyarakat sangat memengaruhi. Saat ini saja terjadi anomali aktivitas jutaan yang kemudian kita terus pantau,” kata Kepala Museum Sandi Yogyakarta, Setyo Budi Prabowo, seusai upacara peringatan HUT ke-80 Persandian.
Baca juga: Wakil Panglima TNI Pimpin Ucara Pemakaman Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan di TMP Giri Dharmoloyo
Dia menyebut perkembangan teknologi juga memengaruhi munculnya kejahatan siber berupa pencurian data.
“Paling kompleks sebenarnya kami mewaspadai penarikan data, karena perkembangan teknologi para peretas ini menggunakan teknologi canggih juga, itu yang kami waspadai,” ucapnya.
Sehingga BSSN bersama forum komunikasi siber dan sandi DIY dari Dinas Kominfo, Kejaksaan, TNI dan Polri selalu berkoodinasi untuk waspada.
Hari Edi Tri Wahyu Nugroho selaku Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika DIY sekaligus Ketua Forum Komunikasi Siber dan Sandi DIY, menambahkan prinsip dasar persandian dimasa lalu masih relevan untuk digunakan sampai sekarang ini.
Dia menyebut ada tiga hal penting yang tidak berubah dalam dunia persandian, yakni kemampuan SDM, software dan hardware.
“Jadi perkembangan persandian lebih pada teknologinya mamun bentuk dan semangatnya masih sama,” pungkasnya. (hda)
| Bambang Riyanta Jadi Rektor Universitas Siber Muhammadiyah Lagi, Fokus Ekspansi Digital |
|
|---|
| Cegah Serangan Siber di Kampus, UMY Resmi Bentuk CSIRT |
|
|---|
| Saksi Polisi Akui Patroli Siber Tanpa Software di Kasus Dugaan Penghasutan Demo Agustus 2025 |
|
|---|
| Kerugian Kejahatan Siber di DIY Tembus Rp 143,88 Miliar, Satgas PASTI Hadapi Modus Kecerdasan Buatan |
|
|---|
| Kejahatan Siber Kian Canggih, Ransomware Berbasis AI Mulai Bermunculan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Refleksi-80-Tahun-Persandian-Forkomsanda-DIY-Waspadai-Kejahatan-Siber-Penarikan-Data.jpg)