Cegah Serangan Siber di Kampus, UMY Resmi Bentuk CSIRT

Tim tanggap insiden siber UMY telah mengantongi Surat Tanda Registrasi (STR) dari Badan Siber dan Sandi Negara Republik Indonesia (BSSN).

Tayang:
Tribun Jogja/Christi Mahatma Wardhani
Penyerahan Surat Tanda Registrasi (STR) Computer Security Incident Response Team (CSIRT) UMY, Selasa (12/2/2026). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) resmi memiliki Computer Security Incident Response Team (CSIRT). 

Tim tanggap insiden siber UMY telah mengantongi Surat Tanda Registrasi (STR) dari Badan Siber dan Sandi Negara Republik Indonesia (BSSN).

Dengan registrasi tersebut, UMY tercatat sebagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) ketiga di Indonesia yang memiliki tim tanggap insiden siber secara resmi.

Ketua CSIRT UMY, Nur Hayati, mengatakan sektor pendidikan dinilai rentan menjadi target serangan siber karena mengelola aset informasi bernilai tinggi.

Pembentukan CSIRT langkah strategis dalam memperkuat ketahanan siber kampus.

"CSIRT UMY dibentuk pada akhir 2025 dan disahkan pada awal Januari 2026. Kami memiliki visi untuk mewujudkan ketahanan siber yang andal, profesional, dan berintegritas di lingkungan UMY,” katanya, Kamis (12/2/2026).

Ia melanjutkan pihaknya telah melakukan penguatan sistem keamanan informasi hingga pembangunan kolaborasi lintas lembaga.

Kolaborasi tidak hanya difokuskan di lingkungan internal kampus, tetapi juga dengan perguruan tinggi lain dan instansi terkait.

Dari hasil pemantauan internal, ditemukan sejumlah potensi celah keamanan maupun laporan insiden yang sedang dalam proses penanganan.

Pihaknya bahkan memberikan apresiasi kepada pelapor yang berkontribusi dalam menemukan potensi kerentanan sistem.

"Kami memiliki dua layanan utama, yakni penanganan insiden siber dan pemberian peringatan keamanan siber beserta layanan turunannya. Untuk pelaporan, dapat dilakukan melalui email, telepon, maupun WhatsApp yang terhubung langsung dengan CSIRT,” lanjutnya.

Baca juga: UMY Tambah Program Pendidikan Dokter Spesialis Ilmu Kesehatan Mata dan Neurologi

Sektor Pendidikan Jadi Sasaran Serangan Siber

Direktur Keamanan Siber dan Sandi Pembangunan Manusia BSSN, Agus Prasetyo, menerangkan sektor  pendidikan menjadi salah salah satu sasaran serangan siber.

Pada pekan lalu, ia  mencatat ada 15 perguruan tinggi yang terdampak.

"Kebocoran data ini sangat mengganggu. Kami mencatat ada 15 perguruan tinggi yang terdampak minggu lalu, dan tim kami turut mengasistensi tindak lanjut penanganannya. Karena itu, setiap organisasi perlu mengantisipasi ancaman seperti ini,” terangnya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved