Triwulan Pertama 2026, Total 222 Pekerja di Sleman Terkena PHK, Mayoritas Akibat Efisiensi

Berdasarkan data laporan periode Januari hingga Maret, tercatat 222 orang pekerja di Kabupaten Sleman kehilangan mata pencaharian mereka.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Yoseph Hary W
dok.istimewa
Ilustrasi PHK 

Ringkasan Berita:
  • Sebanyak 222 pekerja di Sleman terkena PHK Januari–Maret 2026, mayoritas karena efisiensi perusahaan.
  • Puncak PHK terjadi Februari dengan 101 pekerja terdampak, lalu turun menjadi 41 orang di Maret.
  • Minat kerja luar negeri meningkat tiap tahun, dengan penempatan terbanyak ke Malaysia, Jepang, dan Hong Kong.

 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) masih membayangi sektor ketenagakerjaan di sejumlah daerah di awal tahun 2026, tak terkecuali di Bumi Sembada Sleman

Berdasarkan data laporan periode Januari hingga Maret, tercatat sebanyak 222 orang pekerja di Kabupaten Sleman kehilangan mata pencaharian mereka.

Faktor penyebabnya, mayoritas akibat efisiensi yang dilakukan oleh puluhan perusahaan.

Rincian data PHK

Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Kesejahteraan Pekerja, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sleman, Cecelia Lusiana menyampaikan, dari Januari hingga Maret total ada 222 pekerja di Sleman yang kehilangan pekerjaan, dari 44 perusahaan. 

Data ini berdasarkan laporan pemutusan hubungan kerja (PHK) periode Januari- Maret 2026. Penyebab PHK beragam. 

"Alasan PHK urutan paling banyak, yang pertama efisiensi. Kedua, pelanggaran ringan dan ketiga mengundurkan diri," kata Lusiana, Kamis (2/4/2026). 

Jumlah laporan kasus PHK ini cenderung fluktuatif. Namun dampak terbesar dirasakan pada bulan Februari 2026.

Pada bulan tersebut, meski hanya berasal dari 14 perusahaan dengan 16 laporan, jumlah pekerja yang terdampak mencapai angka tertinggi, yakni 101 orang.

Angka ini melonjak signifikan dibandingkan bulan Januari yang mencatat 80 pekerja terdampak dari 16 perusahaan.

Sedangkan di bulan Maret 2026, angka pekerja yang terkena PHK mengalami penurunan menjadi 41 orang dari 14 perusahaan. Penurunan ini menjadi titik terendah dalam tiga bulan terakhir, meskipun jumlah laporan administratif tetap stabil di angka 18 laporan.

Di sisi lain, data ketenagakerjaan Kabupaten Sleman periode yang sama, Januari-Maret 2026 menunjukkan tren penurunan setiap bulan.

Pencari kerja

Jumlah pencari kerja lokal yang terdaftar di Disnaker Sleman - Siapkerja Kemnaker tercatat ada 67 orang pada Januari. Di Februari menjadi 47 orang, dan menyisakan 38 orang pada Maret 2026.

Sementara itu, sektor penempatan tenaga kerja luar negeri juga tetap aktif. Melalui BP3MI dan mitra perusahaan, tercatat sebanyak 24 orang berangkat pada Januari dan 27 orang pada Februari. 

Sedangkan penempatan di dalam negeri ada 16 orang. Memasuki bulan Maret, penempatan cukup banyak justru berada di dalam negeri dengan total 31 orang. 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved