Lebaran 2020

Anomali Libur Lebaran 2026 di DIY: Kunjungan Wisatawan Tembus 1,9 Juta, Okupansi Hotel Justru Turun

Libur panjang Idul Fitri 1447 H atau tahun 2026 mencatatkan rekor positif bagi sektor pariwisata DIY

Tayang:
Tribun Jogja/HANIF SURYO
ANOMALI WISATAWAN - Kepala Dinas Pariwisata DIY, Drs. Imam Pratanadi, MT. Libur panjang Idul Fitri 1447 H atau tahun 2026 mencatatkan rekor positif bagi sektor pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan total kunjungan menembus angka 1,9 juta wisatawan. 

Ringkasan Berita:
  • Lebaran 2026 mencatatkan rekor positif bagi sektor pariwisata DIY dengan total kunjungan menembus angka 1,9 juta wisatawan.
  • Namun, lonjakan pelancong ini memunculkan anomali karena tidak dibarengi dengan peningkatan keterisian kamar (okupansi) hotel yang justru mengalami penurunan.
  • Menurut data Dinas Pariwisata Kabupaten/Kota se-DIY, akumulasi pergerakan wisatawan pada periode 14-29 Maret 2026 mencapai 1.920.289 kunjungan.

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Libur panjang Idul Fitri 1447 H atau tahun 2026 mencatatkan rekor positif bagi sektor pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan total kunjungan menembus angka 1,9 juta wisatawan.

Kendati demikian, lonjakan pelancong ini memunculkan anomali karena tidak dibarengi dengan peningkatan keterisian kamar (okupansi) hotel yang justru mengalami penurunan akibat pergeseran daya beli masyarakat.

Berdasarkan data Dinas Pariwisata Kabupaten/Kota se-DIY, akumulasi pergerakan wisatawan pada periode 14-29 Maret 2026 mencapai 1.920.289 kunjungan.

Angka ini sukses melampaui target yang dipatok Dinas Pariwisata DIY, yakni 1,77 juta pergerakan, sekaligus memecahkan rekor realisasi tahun 2025 yang berada di angka 1,6 juta kunjungan.

Puncak pergerakan wisatawan terpantau terjadi pada H+1 hingga H+3 Lebaran, yang mengindikasikan bahwa masyarakat baru memadati kawasan wisata setelah purna merayakan tradisi silaturahmi. 

Rekor tertinggi tercatat pada Selasa (24/3/2026) dengan 285.398 kunjungan, disusul Senin (23/3/2026) sebanyak 283.695 kunjungan, dan Rabu (25/3/2026) dengan 238.970 kunjungan.

PADAT : Jalan Malioboro kembali dipadati oleh kendaraan wisatawan yang menghabiskan libur Lebaran 2026, Sabtu (28/3/2026).
PADAT : Jalan Malioboro kembali dipadati oleh kendaraan wisatawan yang menghabiskan libur Lebaran 2026, Sabtu (28/3/2026). (Tribun Jogja/Miftahul Huda)

Secara rinci, Kota Yogyakarta masih menjadi magnet utama dengan 780.981 kunjungan.

Sementara itu, sebaran di wilayah kabupaten meliputi Kabupaten Sleman (472.998 kunjungan), Kabupaten Gunungkidul (421.018 kunjungan), Kabupaten Bantul (144.633 kunjungan), dan Kabupaten Kulon Progo (100.661 kunjungan).

Destinasi wisata alam, khususnya kawasan pantai, masih menjadi primadona di tengah persaingan ketat antar-daerah dan kemudahan akses jalan tol.

Kabupaten Gunungkidul bahkan mencatatkan peningkatan kunjungan kawasan pantai sebesar 20 persen dibandingkan tahun 2025 dengan Pantai Baron sebagai salah satu titik keramaian.

Hal serupa terjadi di pesisir Bantul (Parangtritis dan Depok) serta Kulon Progo (Glagah dan Congot). Selain pantai, wisata edukasi dan sejarah seperti museum serta candi juga tetap ramai diminati.

Penurunan Okupansi Hotel

OKUPANSI HOTEL - Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo Eryono bicara soal okupansi hotel di Ramadan 2026
OKUPANSI HOTEL - Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo Eryono bicara soal okupansi hotel di Ramadan 2026 (Tribun Jogja/Christi Mahatma Wardhani)

Di balik meroketnya angka kunjungan destinasi, tingkat okupansi hotel di DIY justru lesu.

Data Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY mencatat, hingga akhir masa libur Lebaran 2026, okupansi hotel hanya menyentuh angka 70 persen.

Capaian ini meleset jauh dari target PHRI yang memproyeksikan angka 85 persen, serta turun 5 persen jika dibandingkan dengan okupansi libur Lebaran 2025 yang mencapai 75 persen. 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved