Pertamina Regional JBT Masih Tunggu Arahan Pemerintah Pusat soal Isu Pembatasan BBM Subsidi 

Pertamina sejalan dengan pemerintah yang meminta masyarakat bijak dalam menggunakan energi, termasuk BBM dan LPG. 

Tayang:
PEXELS/enginakyurt
ILUSTRASI - Mengisi BBM di SPBU 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pertamina masih menunggu informasi resmi dari pemerintah terkait isu pembatasan BBM subsidi 1 April 2026. 

Area Manager Communication, Relations, & CSR Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, mengatakan sejauh ini pihaknya belum mendapatkan arahan khusus terkait pembatasan BBM subsidi.

Diketahui telah beredar informasi pembatasan BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar melalui Keputusan Kepala BPH Migas Nomor 024/KOM/BPH.DBBM/2026. 

Dalam dokumen tersebut, pembelian Pertalite oleh kendaraan roda empat baik perorangan maupun angkutan umum dibatasi maksimal 50 liter per hari.

Sementara untuk Solar, kendaraan roda empat dibatasi maksimal 50 liter per hari, angkutan umum roda empat maksimal 80 liter per hari, sedangkan kendaraan roda enam atau lebih dibatasi hingga 200 liter per hari.

"Sejauh ini belum ada arahan terkait hal tersebut (pembatasan BBM subsidi jenis Pertalite dan Solar)," katanya, Selasa (31/3/2026).

Namun, Pertamina sejalan dengan pemerintah yang meminta masyarakat bijak dalam menggunakan energi, termasuk BBM dan LPG. 

"Pertamina sejalan dengan yang disampaikan pemerintah, mengimbau masyarakat untuk menggunakan energi, termasuk BBM dan LPG. Menggunakan secara bijak dan efisien sesuai kebutuhan, sekaligus mendorong budaya hemat energi di masyarakat," sambungnya.

Baca juga: Pengamat UGM Sebut Pembatasan BBM Subsidi Melengkapi Kebijakan WFH untuk Upaya Penghematan Energi

Pasokan Aman

Ia menekankan pasokan BBM dan LPG hingga saat ini aman.

Jadwal supply pun terjadwal dan berjalan normal. Ketersediaannya pun masih terjaga, rata-rata 10 kali lipat konsumsi harian normal.

Selain dari sisi ketersediaan, pihaknya juga memastikan distribusi ke wilayah DIY dan Jawa Tengah tetap berjalan lancar.

"Pasokan BBM dan LPG tetap berjalan normal dengan jadwal supply yang sudah terjadwal, dengan level stok yang terjaga rata-rata 10 kali lipat konsumsi normal, dan distribusi tetap dimonitor sampai dengan ke SPBU," tandasnya.

Di tengah isu pembatasan BBM, ia mengklaim hingga saat ini belum ada keluhan dari masyarakat terkait stok.

"Saat ini di Jateng DIY belum ada keluhan stok," imbuhnya. (*)
 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved