Satu Tahun Hasto-Wawan : Bedah Rumah Hadirkan Keadilan Hunian

Pemkot Yogyakarta sukses memperbaiki puluhan hunian warga sepanjang 2025 dan dipastikan bakal berlanjut di 2026

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Hari Susmayanti
Dok. Pemkot Yogyakarta
BEDAH RUMAH - Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, mengawali program bedah rumah di salah satu RTLH penerima manfaat, di Kemantren Umbulharjo, Minggu (23/11/2025). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Komitmen pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo - Wawan Harmawan dalam menghadirkan keadilan hunian bagi kelompok rentan terus dipacu. 

Melalui program Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) atau Bedah Rumah, Pemkot Yogyakarta sukses memperbaiki puluhan hunian warga sepanjang 2025 dan dipastikan bakal berlanjut di 2026.

Tercatat, sejak nahkoda kepemimpinan dipegang duet Hasto-Wawan, sebanyak 82 rumah warga yang jauh dari standar kesehatan dan keamanan, berhasil diperbaiki tanpa bergantung APBD.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo mengatakan bahwa program bedah rumah merupakan salah satu bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat.

"Rumah adalah kebutuhan pokok. Kalau rumahnya tidak layak, tentu akan berdampak pada kesehatan dan kualitas hidup penghuninya. Karena itu, Pemkot terus berupaya membantu warga yang rumahnya masuk kategori tidak layak huni," ujarnya.

Lantaran tidak menggunakan APBD, Wali Kota bilang, keberhasilan program ini tidak lepas dari kolaborasi dengan pihak-pihak swasta dan lembaga sosial. 

Baca juga: Satu Tahun Hasto-Wawan : Hospital at Home untuk Lansia Tak Berdaya

Menurutnya, keterlibatan sektor non-pemerintahan sangat penting untuk mempercepat penanganan persoalan perumahan di Kota Yogyakarta.

"Kami akan terus menggandeng perusahaan-perusahaan swasta dan komunitas untuk bersama-sama membantu renovasi rumah warga. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, jadi perlu kolaborasi," tandasnya.

"Target kami tahun ini sekitar 200 rumah bisa direnovasi. Ini tentunya akan kami sesuaikan dengan kemampuan anggaran dan dukungan dari mitra-mitra CSR (Corporate Social Responsibility)," urai Hasto.

Ketua Baznas Kota Yogyakarta, Syamsul Azhari, menuturkan, sepanjang 2025 pihaknya mengucurkan anggaran sebesar Rp545 juta untuk mendukung program bedah rumah.

Kemudian, pada tahun ini, Baznas telah menyiapkan skema yang lebih terstruktur, dengan mematok target intervensi rumah tidak layak huni bisa dilakukan secara rutin setiap pekannya.

"Pada perencanaan tahun 2026, kami menargetkan setiap minggu ada satu unit RTLH yang diintervensi. Insyaallah, untuk kategori rumah rusak sedang, alokasi bantuan sebesar Rp20 juta per unit," ucapnya.

Sementara itu, salah satu penerima bantuan, Rachmat Indrawanto, menyambut program bedah rumah yang digulirkan Pemkot Yogyakarta dengan penuh rasa syukur. 

Bukan tanpa alasan, warga Kampung Tukangan, Kemantren Danurejan itu, mengaku sangat terbantu karena kondisi rumahnya sebelumnya sudah mengalami kerusakan cukup parah.

"Alhamdulillah, saya sangat berterima kasih kepada Pak Wali Kota dan semua pihak yang ikut membantu. Rumah saya sebelumnya bocor kalau hujan, sekarang bisa diperbaiki dan lebih layak untuk ditinggali," tandasnya. (aka)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved