Kunjungan Wisata Pantai di Bantul Merosot, DPRD Minta Pemkab Segera Lakukan Evaluasi

DPRD Kabupaten Bantul menyoroti kondisi penurunan kunjungan wisatawan pantai Bantul pada momen libur Lebaran Idulfitri 2026

Tayang:
Tribun Jogja/Neti Istimewa Rukmana
Sekretaris Komisi D DPRD Kabupaten Bantul, Herry Fahamsyah. 
Ringkasan Berita:
  • DPRD Bantul soroti penurunan kunjungan wisata pantai saat Lebaran 2026, turun sekitar 63.752 wisatawan dibanding 2025, sementara daerah tetangga justru naik.
  • Penyebab diduga bukan daya beli, melainkan faktor layanan: isu harga tidak wajar, kebersihan, dan fasilitas yang belum optimal.
  • Pemkab diminta evaluasi dan tingkatkan promosi serta pengalaman wisata, termasuk sosialisasi tiket terusan Rp15 ribu dan potensi Jalur Lintas Selatan.
 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bantul menyoroti kondisi penurunan kunjungan wisatawan pantai Bantul pada momen libur Lebaran Idulfitri 2026. Padahal, di kabupaten tetangga, kunjungan atau wisatawan pantai cenderung meningkat.

Sekretaris Komisi D DPRD Kabupaten Bantul, Herry Fahamsyah, menilai bahwa penyebab kunjungan wisatawan Pansela Bantul bukan dari penurunan daya beli masyarakat. Sebab, faktanya, wisatawan pantai di Kabupaten Gunungkidul dan Kabupaten Kulon Progo naik signifikan.

"Ini menjadi catatan. Karena, dari tiga daerah yang mempunyai wisata pantai baik di Gunungkidul, Bantul, dan Kulon Progo, hanya Bantul yang mengalami penurunan. Nah ini menjadi PR dan pertanyaan besar bagi kami semua di DPRD Bantul maupun kalangan warga Bantul sendiri," ucapnya, kepada Tribunjogja.com, Jumat (27/3/2026).

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul seharusnya mampu memberikan respons cepat terkait permasalahan tersebut.

Belum lagi, adanya dugaan nuthuk di tempat makan, masalah persewaan tikar, kebersihan pantai, dan sebagainya.

"Kalau harga tiket (tarif retribusi masuk Pantai Selatan Bantul) bagi kami tidak ada masalah. Harga tiket itu kan sama seperti di Kabupaten Gunungkidul yakni Rp15 ribu untuk semua pantai dari ujung timur ke barat Kabupaten Bantul atau dari Pantai Parangtritis sampai Pantai Baru dan Pandansimo," jelasnya.

Baca juga: Bukan Karena Tarif Retribusi, Ini Penyebab Turunnya Jumlah Wisatawan Saat Libur Lebaran

Herry menyarankan agar tarif retribusi objek wisata pantai tersebut dapat terinformasi kepada wisatawan dengan baik. Dengan begitu, diharapkan tidak ada anggapan bahwa tarif retribusi mahal.

Di sisi lain, tarif retribusi sebelumnya hanya Rp10 ribu, tapi tidak bisa untuk semua destinasi wisata pantai.

Jika dibandingkan dengan Kabupaten Kulon Progo, kata Herry, masih menerapkan penarikan retribusi di setiap destinasi wisata pantai. Artinya, kondisi retribusi pantai di Bumi Projotamansari terbaru ini diharapkan dapat diketahui oleh masyarakat luas.

"Dengan tarif Rp15 ribu, wisatawan di Bantul bisa masuk ke berbagai destinasi wisata pantai. Bisa ke Pantai Parangtritis, Depok, Parangkusumo, Cemoro Sewu, maupun ke Pantai Baru sekali pun, pada hari yang sama tidak perlu lagi membayar tiket retribusi lagi. Jadi all in one ticket," terangnya.

Belum lagi, vibes saat mengunjungi Pantai Parangtritis dan Pantai Baru sangat berbeda. Di mana, deretan pantai barat Kabupaten Bantul, termasuk Pantai Baru memiliki pohon cemara.

Pengalaman wisata itu tidak ditemukan di daerah lain termasuk di pantai timur Kabupaten Bantul, pantai Kabupaten Gunungkidul, maupun pantai Kabupaten Kulon Progo. 

Kendati begitu, Herry mengakui bahwa kenaikan retribusi wisata pantai saat ini memang belum diimbangi dengan fasilitas pendukung.

Sebab, wisatawan membutuhkan pengalaman dan eksplorasi yang menarik saat momen libur berlangsung. 

"Tapi, di Bantul ini kan ada Jalan Jalur Lintas Selatan. Sangat jarang loh kita bisa merasakan experience jalan lebar dan view alam yang bagus. Nah, menurut saya, ini perlu diinformasikan kepada masyarakat agar mereka memiliki experience yang berbeda saat berkunjung ke Pantai Kabupaten Bantul," pinta dia.

Kini pihaknya berharap kepada Pemkab Bantul agar segera menyikapi kondisi saat ini dan segera melakukan evaluasi.

 Apalagi, data penurunan kunjungan libur Lebaran tahun ini dinilai cukup besar yakni 63.752 wisatawan dibandingkan Lebaran 2025.

"Kondisi ini tidak bisa dianggap baik-baik saja. Karena yang lain wisatawannya naik, kok kita turun sekitar sepertiga. Ini jadi catatan bersama. Kami harap kondisi saat ini segera dievaluasi, ditindaklanjuti, dan sebagainya oleh Pemkab Bantul," pinta dia.

Diberitakan sebelumnya, Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul mencatat kunjungan wisatawan selama momen libur Lebaran Idulfitri 2026 menurun dibandingkan momen yang sama pada tahun sebelumnya. Penurunan angka kunjungan diperkirakan mencapai 63.752 wisatawan.

Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Muda Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Bantul, Markus Purnomo Adi, menyebut, libur Lebaran selama 18 sampai 24 Maret 2026, terdapat 80.333 wisatawan dengan pendapatan asli daerah (PAD) sekitar Rp1.162.328.000

"Kalau tahun lalu, libur Lebaran dari tanggal 31 Maret sampai 7 April 2025 ada 144.085 wisatawan dengan PAD sekitar Rp2.086.592.500. Rata-rata pengunjung per hari pada tahun lalu mencapai 18.000 wisatawan, sedangkan tahun ini sekitar 11.400 wisatawan," ucapnya.(nei)
 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved