Sekda DIY Soroti Semrawutnya Parkir Liar di Badan Jalan Selama Libur Lebaran
Pengawasan parkir liar jadi catatan krusial dalam evaluasi manajemen lalu lintas dan ketertiban umum selama periode Libur Lebaran kali ini.
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Muhammad Fatoni
Ringkasan Berita:
- Buruknya tata kelola parkir selama masa libur Lebaran di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) turut menghambat mobilitas jajaran pemerintah daerah.
- Sekda DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, mengaku sempat terjebak kemacetan dan tidak bisa melintas akibat maraknya parkir liar.
- Pemerintah DIY mengapresiasi tingginya antusiasme wisatawan yang berkunjung karena memberikan dampak positif bagi perputaran ekonomi daerah.
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Buruknya tata kelola parkir selama masa libur Lebaran di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) turut menghambat mobilitas jajaran pemerintah daerah.
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, bahkan mengaku sempat terjebak kemacetan dan tidak bisa melintas akibat maraknya parkir liar yang memakan kedua sisi badan jalan di sirip-sirip Jalan Malioboro termasuk di Jalan Suryatmajan tepat di depan Kompleks Kepatihan.
Kondisi tersebut menjadi catatan krusial dalam evaluasi manajemen lalu lintas dan ketertiban umum selama periode libur panjang kali ini.
Meski kolaborasi antarinstansi diklaim telah berjalan baik dalam mengawal arus mudik dan balik, persoalan parkir liar di lapangan masih menjadi hambatan yang belum teratasi sepenuhnya.
"Alhamdulillah untuk libur Lebaran ini, secara umum terpantau baik berkat kolaborasi berbagai pihak. Namun, masalah parkir dan ketertiban masih menjadi PR besar kita. Kemarin saya sendiri sampai tidak bisa masuk (Kompleks Kepatihan) karena macet akibat parkir. Saya sudah berbicara dengan Pak Wali Kota untuk evaluasi bersama," ujar Ni Made, Kamis (26/3/2026).
Ni Made menyoroti fenomena parkir di badan jalan (on-street) yang terjadi secara masif.
Menurutnya, secara regulasi, penggunaan badan jalan untuk parkir tidak sepenuhnya dilarang selama mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) yang menetapkan ruas-ruas jalan tertentu yang diperbolehkan.
Namun, fakta di lapangan menunjukkan terjadinya pelanggaran kapasitas yang tidak terkendali.
"Mengenai parkir di badan jalan (on-street), sebenarnya boleh saja sepanjang diatur dalam peraturan daerah tentang ruas mana yang diperbolehkan. Masalahnya adalah pengawasan dan pengendaliannya yang kurang. Kemarin itu dua sisi jalan dipakai semua sehingga jalan tidak bisa dilewati. Belum lagi aktivitas pedagang dan wisatawan yang berfoto," ungkapnya.
Baca juga: Rencana WFA ASN untuk Hemat BBM, Sekda DIY: Pelayanan Publik Jadi Prioritas
Kenyamanan Publik Tak Boleh Dikorbankan
Pemerintah DIY mengapresiasi tingginya antusiasme wisatawan yang berkunjung karena memberikan dampak positif bagi perputaran ekonomi daerah.
Namun, Ni Made menekankan bahwa kenyamanan publik tidak boleh dikorbankan demi mengejar angka kunjungan semata.
Ia mengkhawatirkan tren ketidaktertiban ini akan menurunkan minat wisatawan untuk kembali berkunjung ke DIY di masa mendatang.
Kesemrawutan ini tetap terjadi meski pemerintah telah menyediakan fasilitas parkir resmi yang representatif.
Salah satunya adalah area parkir Ketandan yang dikelola untuk menjamin keamanan kendaraan pengunjung di Kawasan Jalan Malioboro, namun diduga tak mampu membendung volume kendaraan yang membeludak.
"Kita senang banyak wisatawan datang ke DIY karena ekonomi berputar, tapi kenyamanan juga penting. Ke depannya, wisatawan akan memilih tempat yang nyaman. Kemarin banyak kendaraan parkir sembarangan yang mempersempit jalan. Padahal kami sudah menyediakan tempat parkir yang luas dan terjamin keamanannya seperti di Ketandan, tapi mungkin sudah overload," pungkas Ni Made. (*)
| Ironi Kota Pelajar: Belasan Ribu Anak di DIY Putus Sekolah, Pemda Sebut Dominasi Faktor Bekerja |
|
|---|
| DIY Masuk Fase 'Ageing Population', Sekda Soroti Pergeseran Persepsi Usia Produktif |
|
|---|
| Hak 2.521 Pekerja Terpenuhi, Disnakertrans DIY Kawal Sisa 20 Perusahaan yang Belum Bayar THR 2026 |
|
|---|
| Pendidikan Khas Kejogjaan Resmi Diluncurkan, Dewan Pendidikan DIY Tekankan Implementasi Karakter |
|
|---|
| Indeks Karakter Capai 4,1, Implementasi Pendidikan Khas Kejogjaan Siap Diperluas ke Seluruh Jenjang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/20260326-parkir-liar-di-badan-jalan.jpg)