Atasi Antrean Pasien Cuci Darah, RSUD Panembahan Senopati Buka Layanan Subspesialis Baru

Kata Halim, pemenuhan kebutuhan layanan pasien penyakit ginjal dan hipertensi ini juga dapat meningkatkan profesionalisme rumah sakit.

Tayang:
Tribun Jogja/Neti Istimewa Rukmana
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, meninjau layanan Klinik Ginjal dan Hipertensi di RSUD Panembahan Senopati Bantul, Selasa (24/3/2026). 
Ringkasan Berita:
  • RSUD Panembahan Senopati Bantul mencatat peningkatan pasien gagal ginjal yang membutuhkan cuci darah hingga 120 orang per hari.
  • Untuk mengatasi kebutuhan layanan, rumah sakit meluncurkan Klinik Ginjal dan Hipertensi sebagai subspesialis baru.
  • Layanan ini diharapkan mengurangi antrean, meningkatkan profesionalisme, dan memperkuat optimisme terhadap kesembuhan pasien.
 

 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - RSUD Panembahan Senopati Kabupaten Bantul mencatat perkembangan sebaran penyakit tergolong dinamis yang di dalamnya terdapat subspesialis. Salah satunya yakni subspesialis ginjal dan hipertensi.

Direktur RSUD Panembahan Senopati Bantul, Atthobari, mengatakan subspesialis ginjal dan hipertensi itu menjadi salah satu cabang dari penyakit dalam dengan jumlah pasiannya semakin meningkat dalam setiap harinya.

"Kita itu kan melayani yang cukup banyak pasiennya itu soal cuci darah. Cuci darah itu diakibatkan karena kegagalan fungsi ginjal yang terkhusus untuk memfilter atau mencuci darah," katanya, kepada wartawan di RSUD Panembahan Senopati Bantul, Selasa (24/3/2026).

120 per hari

Adapun jumlah pasien cuci darah itu bisa bisa 120 orang per hari. Sebab, pasien cuci darah paling tidak dilakukan seminggu dua kali dengan jadwal rutin. Namun, dikarenakan jumlahnya yang cukup banyak, sehingga ada pula pasien harus mengantre.

"Kebutuhan layanan itu sangat dirasakan oleh masyarakat termasuk hal ini adalah pasien cuci darah. Karena itu disebabkan oleh adanya gagal ginjal. Tentu kita membutuhkan tenaga medis yang menangani itu," jelasnya.

Apalagi, sebelumnya untuk penyakit ginjal dan hipertensi masuk di wilayah penyakit dalam. Dengan begitu, pasien yang periksa dan kontrol dilayani oleh penyakit dalam. 

Klinik Ginjal dan Hipertensi

Dikarenakan perkembangan pengetahuan semakin besar dan sebaran penyakit dalam semakin berkembang, maka RSUD Panembahan Senopati Bantul meluncurkan layanan Klinik Ginjal dan Hipertensi.

"Saya kurang tahu, kalau sub spesialis ini di rumah sakit lain sudah ada atau belum. Yang jelas, ini masih cukup jarang. Artinya, sub spesialis ini, mungkin di RSUD di Bantul masih kita," paparnya.

Sementara itu, Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, menyampaikan, Klinik Ginjal dan Hipertensi menjadi salah satu layanan tambahan di RSUD Panembahan Senopati Kabupaten Bantul bagi pasien yang membutuhkan.

"Kita sudah memiliki dokter subspesialis spesialis. Di mana, ini semakin menguatkan optimisme kita terhadap layanan ginjal dan hipertensi," ucapnya.

Kurangi antrean

Lebih lanjut, Halim menyebut, di samping terdapat tenaga medis atau dokter profesional di bidangnya, layanan baru itu juga sebagai tindak mengurangi layanan antrean spesialis penyakit dalam.

Kata Halim, pemenuhan kebutuhan layanan pasien penyakit ginjal dan hipertensi ini juga dapat meningkatkan profesionalisme rumah sakit. Sebab, sub spesialis disediakan secara terpisah dari induk spesialisnya. 

"Karena ini dirinci lagi, sehingga ya tentu ini akan berpengaruh terhadap tingkat kesembuhan pasien dan disamping ini kita juga akan melakukan groundbreaking pembangunan rumah sakit pendidikan atau Coass Center," tandasnya.(nei)

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved