Cerita Jatun, Pemudik Asal Yogyakarta Ikut Program Balik Gratis, Hemat hingga Rp4 Juta

Program balik gratis yang digelar Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menjadi salah satu solusi bagi pemudik untuk menekan biaya transportasi

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Joko Widiyarso
Tribun Jogja/Almurfi Syofyan
UNTUNG - Jatun Herry Kusuma, peserta program “Balik Kerja Bareng BPKH” saat ditemui di Balai Kota Yogyakarta, Senin (23/3/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Program balik gratis yang digelar Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menjadi salah satu solusi bagi pemudik untuk menekan biaya transportasi saat arus balik Lebaran. 
  • Jatun Herry Kusuma, seorang peserta, mengaku mampu menghemat hingga Rp4 juta setelah mengikuti program tersebut.
  • Ia yang bekerja di sektor swasta ini mengikuti program balik gratis bersama istri dan dua anaknya untuk perjalanan dari Yogyakarta menuju Jakarta.

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Program balik gratis yang digelar Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menjadi salah satu solusi bagi pemudik untuk menekan biaya transportasi saat arus balik Lebaran. 

Seorang peserta, Jatun Herry Kusuma, mengaku mampu menghemat hingga Rp4 juta setelah mengikuti program tersebut.

Jatun yang bekerja di sektor swasta ini mengikuti program balik gratis bersama istri dan dua anaknya untuk perjalanan dari Yogyakarta menuju Jakarta.

Ia menyebut, tanpa program ini, biaya perjalanan keluarganya bisa membengkak cukup besar.

“Alhamdulillah sangat membantu. Biasanya satu orang bisa habis sekitar satu juta rupiah untuk pulang-pergi. Kalau kami berempat, berarti bisa sampai empat juta,” ungkapnya ditemui di sela-sela pelepasan Program “Balik Kerja Bareng BPKH” di Balaikota Yogyakarta, Senin (23/3/2026).

Menurut Jatun, informasi mengenai program ini diperoleh sang istri dari kerabat, yang kemudian ditindaklanjuti dengan mencari informasi dan mendaftar secara daring melalui tautan yang tersedia.

Ia menyebut proses pendaftaran relatif mudah, asalkan dilakukan lebih awal karena kuota terbatas.

“Istri saya dapat info dari temannya, lalu langsung cari link pendaftarannya. Kita daftar bahkan sebelum puasa, sebelum berangkat mudik ke Jogja. Prosesnya cukup mudah, tapi memang harus cepat,” jelasnya.

Ia pun bersyukur keluarganya bisa lolos sebagai peserta program balik gratis. Selain meringankan beban biaya, Jatun menilai program ini juga memberikan kenyamanan tersendiri bagi pemudik yang membawa keluarga.

“Alhamdulillah bisa ikut. Sangat terbantu sekali, apalagi bawa keluarga. Jadi tidak terlalu kepikiran biaya perjalanan,” katanya.

Diharapkan berlanjut

Jatun berharap program serupa dapat terus dilanjutkan di tahun-tahun mendatang, bahkan dengan kuota yang lebih banyak agar semakin luas dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Mudah-mudahan ke depan program seperti ini tetap ada dan ditambah kuotanya, supaya lebih banyak yang bisa ikut,” tambahnya.

Dani Oktariani (40), karyawan swasta asal Yogyakarta yang bekerja di Tangerang, mengaku baru pertama kali mengikuti program ini. Ia mengetahui informasi pendaftaran melalui media sosial BPKH dan menilai prosesnya sangat mudah.

“Dari Instagram BPKH, terus ikut pendaftaran lewat link. Gampang sekali,” ujarnya.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved