BI DIY Proyeksikan Inflasi Maret 2026 Lebih Tinggi, 4 Komoditas Strategis Perlu Diperhatikan
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Hermanto mengatakan pada Ramadan hingga Idulfitri permintaan berbagai komoditas meningkat.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Yoseph Hary W
Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Bank Indonesia DIY memperkirakan inflasi Maret 2026 lebih tinggi dibandingkan Februari 2026. Hal itu karena pada Maret bertepatan dengan Idulfitri dan Nyepi.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Hermanto mengatakan pada Ramadan hingga Idulfitri permintaan berbagai komoditas meningkat.
Pada Februari 2026, DIY mengalami inflasi bulanan 0,68 persen (mtm), sementara secara tahunan mengalami inflasi 4,91 persen.
"Ketika bertepatan dengan HBKN (Hari Besar Keagamaan Nasional) memang biasanya inflasi ya. Karena permintaan masyarakat tinggi, misalnya telur ini kan selain masyarakat, permintaan tinggi karena pengusaha kue juga membuat kue," katanya, Kamis (19/3/2026).
"Kalau secara month to month (bulanan), inflasi Maret 2026 akan lebih tinggi dibanding Februari 2026. Namun secara year on year (tahunan), kemungkinan sama dengan Februari 2026. Karena pada Februari 2026 kemarin masih ada pengaruh dari tarif listrik," sambungnya.
Ia pun mengingatkan Pemda DIY untuk menjaga ketersediaan pasokan. Tujuannya agar inflasi di DIY tidak terlalu tinggi. Ada beberapa komoditas pangan strategis yang perlu menjadi perhatian prioritas menjelang Idulfitri, yaitu bawang merah, cabai rawit, telur ayam ras, dan daging ayam ras.
Pada bulan Maret selama dua tahun terakhir, bawang merah memberikan andil inflasi sebesar 17,43 persen (mtm), cabai rawit sebesar 6,06 persen, telur ayam ras sebesar 5,13 persen, dan daging ayam ras sebesar 5,10 persen.
"Komoditas-komoditas strategis tersebut secara konsisten memberikan kontribusi sebagai penyumbang inflasi DIY, baik dari sisi frekuensi maupun andil inflasi," terangnya.
Kendati demikian, ada beberapa diskon transportasi seperti pesawat dan kereta api dapat menahan laju inflasi pada Maret 2026. (maw)
| Fluktuasi Harga BBM Penyumbang Utama Inflasi DIY Pasca Momen Ramadan dan Idulfitri 1447 H |
|
|---|
| KAI Daop 6 Yogyakarta Catat 133 Barang Penumpang Tertinggal Selama Masa Angkutan Lebaran 2026 |
|
|---|
| 133 Barang Penumpang Tertinggal di KAI Daop 6 Selama Lebaran 2026, Taksiran Capai Rp 129 Juta |
|
|---|
| BPS Catat Inflasi DIY Maret 2026 Sebesar 0,45 Persen, Bensin dan Daging Ayam Jadi Pemicu Utama |
|
|---|
| Tak Seramai Tahun Lalu, Belanja Wisatawan Libur Lebaran 2026 di Sleman Turun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Ilustrasi-Inflasi-232026.jpg)