Sekda Kulon Progo Imbau Malam Takbiran Tanpa Sound Horeg hingga Petasan
Sekretaris Daerah Kulon Progo, Triyono menyampaikan ketentuan dan imbauan Malam Takbiran sudah tertuang dalam Surat Edaran (SE)
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Yoseph Hary W
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo telah mengeluarkan ketentuan terkait aktivitas Malam Takbiran untuk menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah (H). Malam Takbiran diperkirakan berlangsung pada Kamis (19/03/2026) ini.
Sekretaris Daerah Kulon Progo, Triyono menyampaikan ketentuan dan imbauan Malam Takbiran sudah tertuang dalam Surat Edaran (SE) Bupati Kulon Progo Nomor 200.1.1/819/2026.
"Lewat SE tersebut masyarakat diimbau untuk melaksanakan Takbiran cukup di lingkup masing-masing kapanewon," katanya.
Takbiran dalam batas kapanewon
Menurut Triyono, Takbir Keliling masih diperkenankan selama masih dalam batas wilayah Kapanewon masing-masing. Namun masyarakat diminta untuk membuat pemberitahuan 3 hari sebelum pelaksanaan takbir keliling.
Ia pun mengungkapkan bahwa akan ada Lomba Takbir Keliling yang diinisiasi oleh Panitia Hari Besar Islam (PHBI), Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wates. Pelaksanaannya dilakukan pada Kamis malam sekitar pukul 20.00 WIB.
Adapun Muhammadiyah telah memastikan bahwa Hari Raya Idulfitri 1447 H jatuh pada Jumat (20/03/2026). Rute Takbir Keliling rencananya akan mengelilingi Kota Wates, dengan Alun-alun Wates sebagai titik awal.
"Pihak panitia sudah mengajukan izin dan sudah kami berikan izinnya," ungkap Triyono.
Pengamanan
Polres Kulon Progo pun menyiapkan pengamanan untuk Malam Takbiran. Personel diterjunkan untuk mengamankan kegiatan takbiran di setiap kapanewon, termasuk di Wates.
Kabag Ops Polres Kulon Progo, Kompol Gunardi Teja Murti mengatakan Tim Tindak dan Tim Urai telah disiapkan. Tim Tindak akan menangani gangguan yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban saat kegiatan Takbiran berlangsung.
"Sedangkan Tim Urai akan bergerak untuk mengurai dan mengalihkan arus kendaraan saat Takbir Keliling berlangsung," jelas Gunardi.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk tidak menyalakan petasan saat Malam Takbiran, karena bisa mengganggu kenyamanan. Termasuk untuk tidak membawa senjata tajam, minuman keras, hingga benda berbahaya lainnya.
Gunardi juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan konvoi kendaraan saat Malam Takbiran. Termasuk untuk tidak menggunakan Sound Horeg atau sistem pengeras suara secara berlebihan.
"Kami imbau masyarakat agar menggunakan pengeras suara sesuai ketentuan dan hanya untuk syiar gema takbir," katanya.(alx)
| Ponirin Jadi Pionir Modernisasi Produksi Tahu di Tuksono Kulon Progo, Hasilnya Bisa 2 Kali Lipat |
|
|---|
| Dispar Kulon Progo Utamakan Quality Tourism demi Jaga Tata Ruang Wilayah |
|
|---|
| Anggaran Naik Jadi Rp39 M, Bupati Kulon Progo Minta Warga Tak Ragu Lapor Kerusakan Jalan |
|
|---|
| Truk Pengangkut Ekskavator Terguling di Girimulyo Kulon Progo Akibat Masalah Persneling |
|
|---|
| Warga 4 Kalurahan di Kulon Progo Terima Ganti Rugi Tol Jogja-YIA, Nilainya Ratusan Miliar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Sekda-Kulon-Progo-Triyono-31102025.jpg)